Jokowi Pidato Visi Indonesia: Jadi Negara Terkuat di Dunia

Minggu, 14 Juli 2019 20:47 Reporter : Merdeka
Jokowi Pidato Visi Indonesia: Jadi Negara Terkuat di Dunia Jokowi buka Pameran Karya Kreatif Indonesia. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden terpilih Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato politiknya di Sentul International Convention Centre, Sentul, Bogor, Minggu (14/7). Pidato Jokowi bertema Visi Indonesia untuk lima tahun ke depan.

Dalam pidatonya, Jokowi memimpikan Indonesia menjadi salah satu negara terkuat di dunia. Karena itu butuh kerja keras dan persatuan antar sesama anak bangsa. Pemerintah Indonesia ke depan tidak akan lagi menggunakan pola pikir dan pola kerja yang lama. Jokowi mengingatkan, dunia menuntut semua untuk cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Maka Indonesia harus bangun adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif.

"Tidak ada lagi kerja yang hanya rutinitas. Monoton dan begitu-begitu saja. Tidak ada lagi kerja di zona nyaman. Kita harus berubah, kita harus berubah, kita harus berubah. Kita harus bangun nilai baru dalam bekerja," ujar Jokowi di Sentul.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan, mimpi besar untuk mewujudkan Indonesia maju hanya bisa terwujud jika semua pihak bersatu. Tidak hanya itu, tapi juga harus optimis dan percaya diri. Indonesia adalah negara besar dengan 17.000 pulau dan letak geopolitik strategis. Diperkuat dengan dasar negara yang Berbhineka Tunggal Ika. Indonesia menyimpan kekayaan budaya luar biasa dengan demografi kuat. Jumlah penduduk yang didominasi usia produktif.

"Maka kita harus optimis menatap masa depan. Berani menghadapi tantangan kompetisi global. Kita harus yakin Indonesia bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia," tegas Jokowi.

Menurut mantan Wali Kota Solo ini, persatuan dan kesatuan bangsa adalah pengikat utama untuk mewujudkan mimpi menjadi negara terkuat. Ideologi pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa. Jokowi meminta setiap warga negara menjadi bagian dari Pancasila. "Hanya dengan bersatu, kita kuat dan disegani di dunia."

Reporter: Putu Merta Surya Putra dan Hari Ariyanti [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini