Jokowi Minta Ridwan Kamil Tentukan Lokasi Relokasi Warga Korban Longsor Sukajaya

Senin, 3 Februari 2020 20:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Minta Ridwan Kamil Tentukan Lokasi Relokasi Warga Korban Longsor Sukajaya Jokowi Tinjau Desa Sukajaya. ©2020 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau warga korban banjir dan longsor di Desa Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jokowi pun meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin segera menentukan lokasi relokasi bagi para korban bencana.

"Tadi saya sampaikan agar nanti Bu Bupati dan Pak Gubernur menentukan lokasi secepatnya," katanya di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

Dia menambahkan, pemerintah bakal turun tangan jika lahan yang akan digunakan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Dia minta lokasi relokasi segera dipilih.

"Kalau memang itu memakai lahan PTPN itu bagian dari pemerintah pusat. Perintahkan kepada Menteri BUMN agar segera diberikan. Secepat-cepatnya," ucapnya.

Mantan Wali Kota Solo itu menambahkan, pembangunan infrastruktur akan segera dikebut bila lahan relokasi sudah siap. Kementerian PUPR sudah siap membangun rumah-rumah untuk warga korban bencana yang direlokasi.

"Begitu land clearing, PU masuk. Secepatnya. Kita sudah siap. Hanya tinggal penentuan lokasi di gubernur dan bupati," tandas Jokowi.

1 dari 2 halaman

Targetkan Relokasi Korban Banjir Bandang & Longsor Rampung Sebelum Puasa

Bupati Bogor, Ade Yasin menargetkan hunian tetap bagi warga korban dan terdampak bencana, rampung sebelum Ramadan yang jatuh pada Mei 2020 mendatang.

"Demi kenyamanan masyarakat. Hunian sementara yang layak jadi prioritas kami dan pembangunan hunian tetap ditarget selesai sebelum bulan puasa," katanya, Senin (3/2).

Masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Bogor telah berakhir pada 31 Januari 2020, sekaligus menandai dimulainya perbaikan infrastruktur, relokasi warga dan revegetasi.

"Kami akan pasang sistem peringatan dini, normalisasi sungai, penghijauan lahan serta edukasi untuk meningkatkan kapasitas desa tangguh bencana," ujarnya.

Hingga hari terakhir masa tanggap darurat bencana, tercatat 14.010 warga harus mengungsi karena rumahnya hancur diterjang longsor dan banjir maupun karena berada di lokasi rawan dan terancam bencana susulan.

2 dari 2 halaman

Pengungsi paling banyak berasal dari Kecamatan Sukajaya yang mencapai 9.926 jiwa. Di kecamatan ini, rumah rusak ringan tercatat 842 unit, rusak sedang 1.986 unit dan rusak berat 955 unit.

Secara keseluruhan, bencana yang terjadi awal tahun 2020 ini, paling parah terjadi di empat kecamatan, yakni Jasinga, Cigudeg, Nanggung dan Sukajaya. Keseluruhan pengungsi pun berasal dari empat kecamatan tersebut.

Untuk relokasi, membutuhkan luasan lahan total mencapai 81,7 hektare untuk merelokasi 4.051 rumah warga. Namun, relokasi hanya dilakukan untuk warga yang tinggal di Nanggung, Cigudeg dan Sukajaya.

"Kalau di Jasinga cenderung hanya kemarin terkena banjir bandang saja. Tapi kalau tiga kecamatan lainnya memang perlu direlokasi. Karena rawan longsor," kata Ade Yasin.

Pemerintah menyiapkan 15 titik relokasi di yang seluruhnya berada di wilayah Kecamatan Cigudeg. Yakni lima lokasi di lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII seluas 20,48 hektare, kemudian lahan perusahaan bukan PTPN seluas 59,5 hektare dan dua lokasi di lahan milik warga seluas 1,72 hektare.

"Kebutuhan anggaran untuk relokasi sekitar Rp416 miliar. Kalau estimasi kerugian akibat bencana karena rumah rusak, infrastruktur rusak dan sarana prasarana lainnya kerugiannya sekitar Rp1,16 triliun," kata dia. [fik]

Baca juga:
Canda Presiden Jokowi Soal Tanaman Vetiver: Bukan Vety Vera, Beda Itu
Bupati Bogor Targetkan Relokasi Korban Banjir Bandang & Longsor Rampung Sebelum Puasa
Tinjau Desa Sukajaya, Jokowi Sosialisasi Tanaman Vetiver Guna Cegah Longsor
Tinjau Lokasi Bencana di Bogor, Jokowi Tanam Vetiver untuk Cegah Longsor
Tiga Rumah di Bogor Rusak Tertimpa Longsor
Menengok Desa yang Porak Poranda Akibat Banjir di Kabupaten Bogor
Wapres Tinjau Dampak Banjir Banten, Kepala BNPB Lapor 9 Tewas, Ribuan Mengungsi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini