Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi akui bantuan sulit tembus ke Suku Asmat terkendala transportasi

Jokowi akui bantuan sulit tembus ke Suku Asmat terkendala transportasi Polda Papua evakuasi warga Asmat. ©2018 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengakui kasus gizi buruk dan campak di Suku Asmat, Papua, menjadi perhatian pemerintah pusat. Hanya saja, bantuan terkendala sulitnya medan sehingga petugas tidak mudah menembus.

"Yang menjadi kendala pertama, lokasinya jauh dari kota dan melewati hutan belantara berada di tengah rawa. Akses ke sana hanya bisa menggunakan kapal, biayanya saja dari tiga sampai empat juta, itu fakta di lapangan," ungkap Jokowi di Palembang, Senin (22/1).

Di samping mengandalkan pemerintah pusat, kata Jokowi, diperlukan juga peran aktif pemerintah setempat dalam menangani kasus ini. Hal ini menjadi pelajaran bagi daerah lain untuk reaktif terhadap setiap kejadian.

"Pusat juga siap membantu, tetapi kita punya kemampuan. Di setiap kabupaten juga harus cepat tanggap," kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan, tim tanggap darurat telah berada di lokasi sejak sebulan terakhir. Sebagian wilayah telah berhasil ditangani dan yang lain dalam proses penanganan.

"Di sana terkendala transportasi, karena melalui sungai. Tim kita sedang menelusuri," ujarnya.

Dia menjelaskan, setidaknya terdapat 7.200 warga yang mengalami gizi buruk dan campak. Di antaranya 175 telah dirawat di rumah sakit, 339 warga menjalani rawat jalan, dan ada juga dirawat di aula gereja.

"Untuk bantuan sembako setelah saya cek, di sana masih banyak di gudang, akan disalurkan, ditambah tiga ton beras dan makanan cepat saji," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP