Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jika setop kerja sama RI-Brasil, gimana nasib Super Tucano TNI AU?

Jika setop kerja sama RI-Brasil, gimana nasib Super Tucano TNI AU? Super Tucano TNI AU. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia memutuskan meninjau ulang rencana pembelian pesawat Super Tucano EMB 314/A-29. Tindakan ini diambil setelah Presiden Brasil Dilma Vana Rousseff menunda menerima surat kepercayaan (credential) dari Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Rianto.

Meski telah memesan 16 unit pesawat Super Tucano sejak 2012 lalu, namun tidak menutup kemungkinan dihentikan jika hubungan kedua negara terus memanas. Terutama penolakan Brasil atas eksekusi yang dilakukan Indonesia terhadap dua warganya.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan bakal pikir-pikir melanjutkan kontrak membeli 16 unit pesawat Super Tucano versi EMB-314/A-29B bikinan pabrikan Embraer asal Brasil buat memperkuat TNI Angkatan Udara. Hal itu buntut dari memanasnya hubungan Indonesia dengan negeri samba itu lantaran kebijakan hukuman mati.

Kemhan menyatakan juga bakal kembali mengkaji ulang kontrak pembelian pesawat baling-baling itu. Kebijakan itu juga bakal berdampak panjang.

"Nanti akan ditinjau kembali sesuai ketentuan kontrak. Lalu nantinya ke depan akan mengevaluasi rencana pembelian alutsista dari Brasil yang akan dibeli," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Djundan, di Jakarta, Kamis (26/2).

Menurut Djundan, Kemhan mendukung kebijakan politik luar negeri dalam hubungan Indonesia dengan Brasil. Bahkan dia meyakini akan menunda kontrak pembelian alat utama sistem persenjataan baru dari Brasil. Sementara buat pembelian alutsista sudah dibeli dari Brasil akan ditinjau kembali.

"Menunda proses pembicaraan pengesahan persetujuan kerja sama bidang pertahanan," ujar Djundan.

Djundan menambahkan, Indonesia tidak cuma menggantungkan membeli alutsista dari Brasil. Dia juga menegaskan tetap mendukung keputusan Presiden Joko Widodo.

"Kerja sama tidak hanya dengan Brasil saja kan. Tapi apa pun keputusan pemerintah kita dukung," tandas Djundan.

Sementara di lain kesempatan, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa 8 unit pesawat Super Tucano masih terparkir di Lanud Malang.

"Kebijakan alutsista ada di Kemenhan. Delapan yang sudah dibeli ada di Malang," ujarnya.

Seperti apa keunggulan Super Tucano buatan Brasil ini? (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP