Jihad keliru kelompok radikal merusak NKRI
Merdeka.com - Kisah kepahlawanan dinilai bisa menjadi momentum dalam membendung propaganda radikalisme dan terorisme di Indonesia. Para generasi muda diminta membentengi diri agar tak menjadi target penyebaran paham kekerasan.
"Kemerdekaan negeri ini merupakan jihad para pahlawan disemangati oleh ajaran Islam. Bukan jihad keliru dilakukan kelompok radikal sehingga malah merusak NKRI ini," ujar Bambang Pranowo, Jumat (11/11).
Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah itu mengatakan perlunya memperdalam resolusi jihad ditanamkan KH Hasyim Ashari, Bung Tomo, dan Jenderal Soedirman. Selain itu, kemerdekaan telah diperjuangkan para pahlawan juga harus dirawat oleh generasi penerus.
Dia menegaskan pemahaman sejarah kepahlawanan juga harus ditanamkan kepada masyarakat, baik melalui jalur formal maupun non formal. Untuk generasi muda yang umumnya masih sekolah atau kuliah, lanjut Bambang, jalur pendidikan menjadi jalan terbaik.
"Kalau dulu ada program P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), itu harus digalakkan lagi, apalagi dalam UUD 45 disebutkan bahwa bela negara itu wajib. Tapi pelaksanaannya harus disesuaikan dengan gaya generasi muda," terang Bambang.
Dia mencontohkan, pelajaran P-4 itu bisa dilakukan melalui pertunjukan seni budaya, olahraga, lomba-lomba dan pertunjukan film-film sejarah perjuangan pahlawan. Perlu juga perlu adanya pendidikan agama yang rahmatan lil alamin bahwa agama Islam pada dasarnya mengajarkan untuk kedamaian, bukan mengajarkan kekerasan.
"Jadi film-film seperti itu harus diputar di depan anak-anak muda. Dengan begitu rasa cinta tanah air dan kebangsaan generasi muda akan lebih kuat dalam membendung masuknya budaya dan propaganda kekerasan," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya