Jenderal Mulyono tak masalah Letjen Edy sudah pakai atribut PKS
Merdeka.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono tidak mempersoalkan Letjen TNI Edy Rahmayadi menggunakan jas PKS saat acara konsolidasi dan ikrar para calon kepala daerah yang diusung PKS. Alasannya karena yang bersangkutan sudah mengajukan pensiun dini.
"Apa yang dilakukan Edy dengan hadir di acara itu dengan jas PKS bukan masalah. Dia aktif di politik kalau dia sudah mengajukan itu (pengunduran diri). Tidak ada masalah," kata Mulyono usai menghadiri Perayaan Natal Mabesad di Balai Kartini, Jakarta, Jumat.
Edy Rahmayadi saat ini sudah diganti sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Pangkostrad). Penggantinya adalah Letjen Agus Kriswanto.

Mulyono menjelaskan meski Surat Keputusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terkait pencopotan Edy sebagai Pangkostrad baru keluar pada Kamis (4/1), namun secara resmi Edy sudah mengajukan pengunduran diri sehingga secara ketentuan sudah tidak ada masalah Edy langsung terlibat di kegiatan maupun mengenakan atribut politik.
"Yang penting kan sudah mengundurkan diri, sudah, dalam ketentuannya boleh," ujarnya.
Kamis (4/1) kemarin, Edy Rahmayadi sudah tampil dalam acara Ikrar Pemenangan Calon Kepala Daerah, dengan menggunakan jaket putih dengan lambang PKS.
"Ya Insya Allah, ini kan udah jadi kader PKS ini, udah pake ini," kata Edy sambil menunjukkan logo PKS di saku jaketnya, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/1).
Dirinya mengaku telah resmi mundur sebagai prajurit TNI sejak dua bulan lalu. Hal itu karena dirinya akan maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara, pada Pilkada 2018.
Edy mengaku bahwa saat ini dirinya sudah mendapatkan dukungan atau diusung dari lima partai yakni PKS, Gerindra, Golkar, PAN dan NasDem.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya