Jenazah Bripka Marhum Prencje dibawa ke kampung halaman

Jumat, 11 Mei 2018 19:06 Reporter : Nur Habibie
Jenazah Bripka Marhum Prencje dibawa ke kampung halaman Jenazah Bripka Marhum Prencje dibawa ke kampung halaman. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Rombongan bus terlihat keluar dari Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Rombongan bus itu meninggalkan Mako Brimob tanpa adanya pengawalan khusus dari polisi.

Pantau merdeka.com, Satu mini bus yang berada paling depan terlihat dipasangi karangan bunga di bagian depan mini bus tersebut. Saat rombongan tersebut keluar meninggalkan Mako Brimob, terlihat beberapa petugas jaga melakukan penutupan jalan sementara di depan Mako Brimob.

Penutupan itu dilakukan saat rombongan tersebut keluar dari Mako Brimob menuju ke arah Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Hal itu agar rombongan tersebut tak terputus saat meninggalkan Mako Brimob.

Saat dikonfirmasi ke salah satu petugas kepolisian, ternyata rombongan bus tersebut membawa jenazah Bripka Marhum Prencje (41). Dia menjadi korban penusukan pada Kamis (10/5) malam kemarin, dua hari pasca insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob pada Selasa (8/5) malam.

"Memang membawa jenazah mas. Sepertinya hendak dibawa ke bandara, untuk diterbangkan ke daerah asalnya," kata salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/5).

Seperti diketahui, Seorang anggota Brimob bernama Bripka Marhum Prencje tewas ditikam oleh pelaku bernama Tendi Sumarno di halaman kantor Intelmob Kelapa Dua Cimanggis, Depok, Kamis (10/5) malam. Tendi juga tewas ditembak oleh rekan Bripka Marhum, Briptu Mato dan Briptu Grusce.

"Jam 23.00 WIB, korban (Bripka Marhum) keluar mako Brimob dengan tujuan pengamanan di depan RS. Bhayangkara. Sesampainya di depan RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua, korban melihat seseorang yang mencurigakan, dengan gerak-gerik OTK (orang yang tak dikenal) tersebut melihat ke arah dalam Mako Brimob Kelapa Dua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Jumat (11/5).

"Melihat adanya OTK tersebut, korban langsung menghampiri OTK dan menanyakan maksud serta tujuan OTK tersebut, tidak adanya penjelasan apapun dari OTK, korban langsung menghubungi Briptu Mato dan Briptu Gruisce teman Intelmob lainnya sebanyak 2 (dua) orang," tambah Argo.

Argo mengatakan, setelah beberapa menit kemudian teman dari korban datang dan selanjutnya OTK tersebut langsung diamankan ke Kantor Sat Intel Kor Brimob. Sesampainya di Kantor Sat Intel Kor Brimob (tepatnya di parkiran), kata Argo, OTK tersebut langsung mengeluarkan pisau dan menusuk korban.

"Mendengar adanya teriakan dari korban minta tolong Briptu Mato dan Briptu Grusce yang bersama korban langsung mengeluarkan senjata dan menembaki OTK tersebut dan mengenai Dada sebelah kanan hingga OTK tersebut terjatuh dan meninggal di tempat," jelas dia. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini