Jembatan Ambruk, Siswa SD di Pandeglang Harus Bertaruh Nyawa Untuk Sekolah

Selasa, 26 Maret 2019 04:05 Reporter : Dwi Prasetya
Jembatan Ambruk, Siswa SD di Pandeglang Harus Bertaruh Nyawa Untuk Sekolah jembatan. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Akibat jembatan penghubung ambruk, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 di Kampung Cipeuteuy Sabrang, Desa Ciseureuheun, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten harus bertaruh nyawa melintasi sungai menuju sekolah mereka.

Pasalnya, jembatan kayu yang ambruk itu adalah akses utama. Alhasil para siswa dan masyarakat setempat harus rela menyeberangi sungai setiap hari. Kondisi ini telah terjadi sejak lima hari lalu.

"Karena jembatan yang menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, bekerja, bertani, dan ke kantor desa, sudah sulit dilalui kendaraan motor. Warga hanya bisa jalan kaki menyeberang sungai," kata Nurhayati warga setempat saat dikonfirmasi, Senin (25/3).

Dia menyampaikan, jembatan yang memiliki panjang lebih dari 10 meter dan lebar satu meter ini sebelumnya dibangun warga secara swadaya. Bagian bawah jembatan di sungai Ciseukeut ini dibeton oleh warga dan belum ada pembangunan khusus yang dananya dari pemerintah. Jembatan ambruk akibat terkikis air dari dua sungai yakni Ciseukeut dan Cipeteuy.

"Warga berharap pemerintah membantu pembangunan jembatan tersebut, karena kebutuhannya sangat vital dan masuk skala prioritas," katanya.

Saat dikonfirmasi, Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang Endan Permana mengaku belum mendapat laporan dari pemerintah desa maupun kecamatan mengenai adanya jembatan ambruk yang menjadi akses utama di Desa Ciseureuheun. "Belum ada laporan, tapi nanti kita akan cek menanyakan ke Camat setempat," singkatnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Jembatan Rusak
  2. Jembatan
  3. Pandeglang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini