Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jemaah haji gelombang kedua ditempatkan di hotel dekat Masjid Nabawi

Jemaah haji gelombang kedua ditempatkan di hotel dekat Masjid Nabawi Jemaah haji Indonesia Wukuf di Arafah. ©2017 Merdeka.com/muhammad hasits

Merdeka.com - Mulai Selasa (12/9) besok, jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah akan tiba di Madinah. Para jemaah akan berada di Madinah selama 8-9 hari sebelum pulang ke Tanah Air.

Kepala Daerah Kerja Madinah Amin Handoyo menuturkan, 109 hotel telah disiapkan sebagai tempat pemondokan jemaah haji Indonesia. Semua hotel yang akan menjadi tempat menginap jemaah Indonesia berada dekat Masjid Nabawi.

"Rata-rata jaraknya di bawah 600 meter. Kalau jalan kaki cuma sekitar 5-10 menit saja," kata Amin usai melakukan rapat persiapan penyambutan kedatangan jemaah haji gelombang kedua di ruang kerjanya Kantor Urusan Haji Daker Madinah, Senin (11/9).

Selama sepekan lebih itu jemaah haji Indonesia akan menjalankan arbain, salat 40 waktu berjamaah di Masjid Nabawi secara berturut-turut. "Untuk kedatangan gelombang kedua ini kondisinya tidak akan se-crowded pada gelombang pertama," ujarnya.

Pada hari pertama kedatangan gelombang kedua besok, sebanyak 16 kloter dijadwalkan akan tiba di Madinah pada 12 September mendatang, yaitu: tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 44 - 46), empat kloter Embarkasi Solo (SOC 48 - 51), empat kloter Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 48 - 51), masing-masing satu kloter dari Embarkasi Batam (BTH 14), Embarkasi Palembang (PLM 09), Jakarta - Pondok Gede (JKG 30), Embarkasi Padang (PDG 14), dan Embarkasi Lombok (LOP 01).

Amin mengimbau agar petugas tetap melayani jemaah dengan semangat. Selain itu, peningkatan pelayanan harus terus dilakukan oleh petugas haji Indonesia.

Selain soal pemondokan, Amin juga membahas soal layanan katering. Dia mengingatkan kepada 17 perusahaan katering yang melayani makanan untuk jemaah haji Indonesia agar memberikan pelayanan terbaik.

"Jangan sampai ada nasi basi dan jangan sampai juga ada keterlambatan distribusinya, kualitas makanan juga harus tetap dijaga. Dan gramasi harus sesuai," ujar Amin.

Selama di Madinah, dokumen-dokumen terkait jemaah haji Indonesia juga akan dicek kembali sebelum hari H pemulangan ke Tanah Air. Seperti; boarding pass, paspor dan exit card. Hal ini dilakukan agar menjelang pemulangan tidak ada kendala dokumen. "Biar tidak memperlambat pemulangan ke Tanah Air," jelasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP