Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang Imlek 2571, Kota Solo Dihiasi 5.000 Lampion

Jelang Imlek 2571, Kota Solo Dihiasi 5.000 Lampion Lampion jelang Imlek di Solo. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kota Solo bersiap menyambut tahun baru China 2020 atau Imlek 2571. Sedikitnya, 5.000 lampion disiapkan untuk menghiasi kawasan depan balai kota hingga Pecinan di sekitar Pasar Gede. Ribuan lampion berwarna merah itu rencananya mulai dinyalakan, pada hari Rabu (15/1) hingga Sabtu (15/2).

Ketua Perhimpunan Masyarakat Surakarta (PMS) yang juga panitia Imlek 2571/2020, Sumartono Hadinoto mengatakan, pemasangan lampu sudah dimulai sejak awal Januari lalu. Namun sempat terkendala dengan adanya angin kencang beberapa waktu lalu.

"Jadi kita berharap sebelum Grebek Sudiro tanggal 19, semua lampu sudah menyala. Ini sudah kita cicil pemasangannya. Kemarin kan sempat kena angin. Jadi kita lebih hati-hati, kawatnya juga kita perbesar biar lebih kuat dari yang sudah ada kemarin," ujar Sumartono kepada merdeka.com, Selasa (7/1).

Sumartono menyampaikan, pihaknya sudah mengajukan permohonan untuk aliran listrik agar bisa menyala pada tanggal 15 Januari. Meski direncanakan hanya menyala sebulan, namun jika ada permintaan perpanjangan oleh Pemerintah Kota Solo terkait penyelenggaraan Solo Great Sale, pihaknya akan mengajukan perpanjangan ke PLN.

Selain lampion, kawasan tersebut juga akan dipasang 12 lampion shio, lampion dewa uang, dan 6 maskot lampion shio tikus. Pasalnya, Imlek 2571 yang jatuh pada Sabtu (25/1), merupakan unsur tikus.

"Ada 12 lampion shio yang akan kita pasang di Jalan Jenderal Sudirman dan sekitar Pasar Gede," katanya.

Menurutnya, lampion yang dipasang setiap tahun ada perbedaan bentuknya agar pengunjung yang datang tidak bosan dan bisa untuk berswafoto.

Selain menyambut Imlek, lanjut dia, pemasangan lampion juga dimanfaatkan untuk menarik wisatawan datang ke Solo.

Masih seperti tahun lalu, tema Tahun Baru Imlek 2571 adalah tentang kebhinekaan. Yakni 'Merajut Kebhinekaan Memperkokoh NKRI'.

"Kita masih mengangkat kebhinekaan. Karena kalau kita melihat situasi negara saat ini kan sering menjualbelikan suku, agama, terus sesama agama ini kan sangat tidak baik. Marilah apapun agama kita, siapapun kita, kita sama-sama Indonesia. Apalagi tahun ini kita ada Pilkada, semoga tetap aman, siapapun pemimpinnya," katanya.

Lebih lanjut Sumartono menyampaikan, sejumlah kegiatan dilakukan untuk memeriahkan Imlek tahun ini. Diantaranya, bakti sosial donor darah, Solo Imlek Festival, Grebek Sudiro, panggung musik, lomba foto model, fashion show, barongsai, seni kaligrafi Mandarin, lomba karaoke Mandarin, kirab barongsai, lomba foto hobi dan jurnalistik, Solo Imlek Fair dan perayaan Cap Go Meh.

"Dengan adanya jalan tol, kita berharap, Jumat, Sabtu, Minggu akan lebih ramai. Tentunya akan berdampak positif, selain mengangkat kebhinekaan, tentu juga bagi destinasi wisata Kota Solo. Karena perayaan Imlek di Kota Solo sudah menjadi salah satu destinasi wisata kebanggaan," pungkas Sumartono.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP