Jejak Kaki Harimau Sumatera Ditemukan di Pagaralam, Warga Diimbau Waspada

Jumat, 29 November 2019 20:04 Reporter : Irwanto
Jejak Kaki Harimau Sumatera Ditemukan di Pagaralam, Warga Diimbau Waspada harimau sumatera. ©REUTERS/Mike Blake

Merdeka.com - Jejak kaki harimau Sumatera ditemukan di Desa Rimba Candi, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam, Sumatera Selatan. Warga diimbau tetap beraktivitas seperti biasa namun lebih waspada.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Genman Hasibuan mengungkapkan, dari laporan yang diterimanya, jejak tapak kaki tersebut benar adalah bekas harimau. Namun, pihaknya belum memastikan karena sosoknya belum terlihat secara langsung baik oleh warga maupun petugas.

"Benar, ada temuan jejak tapak kaki harimau. Itu laporan yang masuk kepada kami dari tim di lapangan," ungkap Genman, Jumat (29/11).

Dijelaskannya, lokasi penemuan tak jauh dari TKP penyerangan harimau yang menewaskan warga Lahat beberapa waktu lalu. Bahkan, lokasi terakhir sangat berdekatan dengan kawasan hutan lindung Dempo.

"Wajar saja jika ada temuan kaki, di sana memang habitat harimau," ujarnya.

Untuk memastikan keberadaan raja hutan itu masuk ke pemukiman dan perkebunan warga, pihaknya menurunkan tim patroli ke lokasi. Pemasangan camera trap di lokasi juga sudah dilakukan untuk memudahkan monitoring.

"Yang pasti sudah kita antisipasi, petugas patroli masih di lokasi memantau perkembangan terkini," kata dia.

1 dari 1 halaman

Terpantau 2 Ekor Harimau Sumatera

Hutan lindung Gunung Dempo menjadi habitat harimau Sumatera. Hanya saja saja, belum diketahui berapa banyak populasi raja hutan itu.

Genman menyebut dari analisis terbaru usai penyerangan harimau di dua tempat yakni di Pagaralam dan Lahat, setidaknya ada dua ekor harimau yang tinggal di hutan lindung Gunung Dempo. Belum lagi keberadaan jejak tapak kaki yang baru ditemukan di perkebunan warga.

"Yang jelas ada dua ekor karena harimau yang menyerang di dua tempat itu berbeda. Untuk jejak kaki yang baru ditemukan belum tahu apa harimau yang sama atau bukan," ujarnya.

Menurut dia, warga diimbau tetap beraktifitas seperti biasa karena berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Hanya saja, mereka diminta lebih waspada dan menghindari beraktifitas di kebun pada malam hari.

"Waspada saja, segera lapor ke petugas jika melihat atau menemukan jejak kaki yang disinyalir milik harimau," pungkasnya. [ray]

Baca juga:
Orangutan Ditemukan dengan 24 Luka Tembak Hingga Kedua Mata Buta
Dari Paus sampai Rusa, Hewan-Hewan Ini Mati karena Telan Sampah Plastik Manusia
Rusa di Thailand Mati, Perutnya Berisi 7 kg Sampah Plastik dan Celana Dalam
Tragis, Rusa di Thailand Mati dengan Perut Berisi Plastik dan Pakaian Dalam
Polisi Gagalkan Penyelundupan 1.812 Burung Dilindungi di Pelabuhan Merak

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini