Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jawaban Irjen Firli Dinilai Tak Layak Ikut Seleksi Capim KPK

Jawaban Irjen Firli Dinilai Tak Layak Ikut Seleksi Capim KPK Calon pimpinan KPK Irjen Firli. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Koalisi Masyarakat Sipil menyoroti tiga perwira tinggi Polri ikut dalam seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pansel pun diingatkan agar memeriksa kembali rekam jejak mereka.

Tiga perwira tinggi itu adalah Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli, Wakabareskrim Irjen Antam Novambar, dan Wakil Kepala BSSN Irjen Dharma Pongrekun.

Firli tidak menangkis kabar tersebut. "Saya selalu diam karena saya yakin bahwa Allah SWT yang maha mengetahui siapa yang terbaik," kata dia saat dikonfirmasi awak media, Senin (29/7).

Firli pun mengungkit kala pisah sambut pergantian Deputi KPK pada 19 Juni 2019 lalu.

"Saya hanya bicara di depan pimpinan KPK dan kelima pimpinan menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kinerja saya selama 1 tahun 2 bulan 14 hari," tutupnya.

Polri juga menegaskan tiga jenderal peserta calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 merupakan perwira tinggi terbaik."Para perwira tinggi tersebut adalah yang terbaik," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (29/7).

Sebelumnya, koalisi menyebut Irjen Firli bermasalah karena pernah dilaporkan atas dugaan etik oleh ICW ke KPK saat menjabat sebagai Direktur Penindakan. Firli pernah bertemu dengan salah satu kepala daerah yang kasusnya tengah diselidiki KPK.

Saat laporan etik itu berjalan, Firli ditarik Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menjadi Kapolda Sumsel. Koalisi mempertanyakan alasan Firli mencalonkan sebagai Capim KPK.

"Apakah ini inisiatif atau penugasan Kapolri," kata dia.

Nama berikutnya yang patut diperiksa Pansel Capim KPK adalah Antam Novambar. Antam diduga pernah melakukan intimidasi kepada salah seorang pegawai KPK agar memberikan kesaksian meringankan dalam kasus Komjen Budi Gunawan.

Jenderal polisi berikutnya adalah Dharma Pongrekun. Dia pernah diduga mengeluarkan tahanan saat menjadi sebagai wakil direktur reskrimum Polda Metro Jaya.

Selain Polri, advokat dan hakim yang mencalonkan capim KPK patut ditelusuri rekam jejaknya. Terutama yang tidak sejalan dengan agenda pemberantasan korupsi.

Advokat yang disoroti karena pernah membela kasus korupsi. Ada dua dari 12 advokat. Dia adalah Didi Arwandito yang pernah membela tersangka suap alih hutan dan Khairilsah yang pernah membela tersangka korupsi Jasno.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP