Jateng dilanda banjir dan longsor, 9 warga tewas
Merdeka.com - Banjir dan longsor terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Akibat bencana tersebut, sembilan orang dilaporkan meninggal dunia.
"Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Solo, Sukoharjo, Karanganyar dan Kendal. Kebumen paling parah. Ada longsor. Sama di Banjarnegara," tegas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sela-sela mengunjungi beberapa lokasi banjir di Solo, Jawa Tengah, Minggu (19/6).
Kesembilan korban bencana di Jateng itu terdiri dari 6 orang meninggal akibat tanah longsor di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Longsor terjadi Sabtu (18/6) sekitar pukul 21.00 WIB.
Ke enam korban tewas merupakan warga desa sekitar yang tewas tertimpa longsor terdiri dari, Satimun (40), Sari (istri Satimun(35), Sanrustin (55), Marsiyem (50), Sutiyem seorang ibu muda yang baru hamil 8 bulan dan Poniyem (50).
"Awalnya baru ditemukan tiga sampai kemarin usai kejadian. Sekarang ini saya dapat laporan dari sana (Banjarnegara) kalau tiga korban lain yang hilang sudah ditemukan," paparnya.
Kemudian 3 korban lainnya yang meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Kebumen, Jawa Tengah. Ketiga korban itu adalah; Sudarno (40), Ahmad Bahrudin (40), Wato (40).
"Korban jiwa akibat banjir di Kebumen 2 orang. Satu terjebak di dalam rumah. Kedua korban jatuh dari pohon saat mencoba menyelamatkan diri," pungkasnya.
Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, selain Banjarnegara dan Kebumen, banjir dan longsor juga di beberapa wilayah Jateng seperti Kabupaten Kendal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Sukoharjo, Solo dan Karanganyar. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya