James Riady Sebut Para Pencari Suaka Mengharapkan Solusi Permanen

Minggu, 21 Juli 2019 12:12 Reporter : Ya'cob Billiocta
James Riady Sebut Para Pencari Suaka Mengharapkan Solusi Permanen Imigran pencari suaka. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady mengunjungi tempat pengungsian pencari suaka di Jalan Bedugul, kompleks Daan Mogot Baru Kalideres, Jakarta Barat. Dia menyebut para pengungsi saat ini membutuhkan pendidikan dan kesehatan yang memadai.

"Setengah dari para pengungsi ini adalah anak-anak, yang selama ini kurang pendidikan formal dan nonformal. Setiap bulan, setiap tahun mereka tidak dapat pendidikan, itu auto missing generation (generasi yang hilang). Fasilitas kesehatan juga tidak memadai. Memang ada puskesmas, 20 menit dari sini, tetapi pakai uang. Pada akhirnya, mereka mengharapkan solusi yang permanen" ujar James, Sabtu kemarin.

Dalam kunjungannya, James meninjau fasilitas tempat penampungan seperti musala, MCK, air bersih dan fasilitas tenda pengungsi serta pelayanan kesehatan dari Pemerintah Kota Jakarta Barat.

Setelah berkeliling dan berbicara dengan beberapa pengungsi, James menyebut para imigran mengungsi meninggalkan negara mereka karena masalah keamanan, seperti perang, konflik etnis dan juga agama.

"Mereka mengharapkan suatu hari ke depan lebih baik. PBB ada program menyalurkan pengungsi ke beberapa negara yang menandatangani dan menyetujui resmi terbuka bahwa mereka menerima pengungsi, dan karena itulah mereka juga berani keluar uang buat keluar dari negaranya," jelasnya.

Pendiri dan Ketua Pembina Universitas Pelita Harapan itu menuturkan, banyak dari mereka bukan kriminal seperti anggapan sejumlah orang. Bahkan di antaranya terdapat pengungsi yang cukup terpelajar, dan juga ada orang-orang yang kompeten di bidangnya.

Namun sayangnya, proses negara yang sepakat dan menandatangani konferensi itu secara administratif berjalan lamban. Sementara Indonesia jadi tempat penampungan yang dianggap aman, walau kesiapannya belum matang.

"Tadi kita mendengar, mereka sangat mengapresiasi upaya pemerintah DKI yang diberikan. Mereka dulu hanya tidur di jalanan, sekarang sudah ada tempat meski memang tempatnya sangat kecil. Tempatnya bisa muat hanya 50-100 orang, tetapi ini menampung 1.400 orang. Dari sisi tempat kita apresiasi. Namun seperti toilet kurang, airnya kurang," ungkapnya.

Dia berharap, masyarakat juga dapat memberikan uluran tangan untuk membantu dan menunjukan respons positif. "Bagaimana peran kita sebagai orang Indonesia. Suatu hari pasti mereka nanti akan ke mana-mana, 14.000 orang (pengungsi) yang telah diberikan kasih sayang, nanti bisa menjadi duta Indonesia yang baik juga," jelasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Pencari Suaka
  2. Imigran
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini