Jadi saksi rekapitulasi, anggota DPRD Morotai dihantam pakai bangku

Sabtu, 18 Februari 2017 00:07 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Ilustrasi Penganiayaan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Fery Leasiwal, mengalami penganiayaan saat menjadi saksi dalam pleno rekapitulasi suara tingkat PPK Kecamatan Morotai Timur, Jumat (18/2). Dia menjadi korban pendukung pasangan nomor 2 Ali Sangaji-Yulce Makasarat (Ali-Yuk).

Akibatnya Fery dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Morotai Timur, dan mendapatkan delapan jahitan di bagian kepala. Selain Ferry, Ketua KPPS Boho-Boho Makron Brabal juga menjadi sasaran massa sehingga mendapatkan delapan jahitan di bagian kepala.

"Pemukulan itu terjadi ketika pleno sedang berjalan, tiba-tiba massa dari pendukung Ali-Yuk, masuk dan melakukan aksi brutal hingga melakukan aksi pemukulan dan saat itu massa langsung masuk dan melakukan aksi brutal dengan melakukan pemukulan," kata Ferry seperti diberitakan Antara.

Ia mengatakan massa juga menganiaya Ketua KPPS Desa Buho Buho. "Ketika saya menengok ke belakang, hendak menyelamatkannya, tiba-tiba saya dipukul dengan menggunakan kursi plastik, dan mengenai kepala hingga keluar darah," katanya.

Ia mengaku, saat kejadian ada 4 aparat yang menjaga keamanan, namun tidak mampu menghalangi masa yang begitu banyak dan masuk dalam ruangan pleno.

"Pelakunya tetap diketahui, karena saat brutal ada orang yang merekam kejadian tersebut," katanya.

Sementara itu, Kapolres Pulau Morotai AKBP Matheis Beay menyatakan akan memproses setiap pelanggaran pidana yang dilakukan pasca-pencoblosan di Pilkada Morotai, termasuk pemukulan anggota DPRD Pulau Morotai.

Kendati demikian, dirinya berharap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Morotai bisa berjalan aman dan damai, dan bisa menjadi kebanggaan.

Dia mengakui, aksi demo yang terjadi pada Kamis hingga Jumat (17/2) dilakukan oleh pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Ali Sangadji dan Yulce Makasarat (Ali-Yuk) hingga dilakukan pembubaran paksa oleh aparat keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. [ang]

Topik berita Terkait:
  1. DPRD
  2. Pulau Morotai
  3. Penganiayaan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.