Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi korban gendam, Siti kehilangan Rp 100 juta & 200 gram emas

Jadi korban gendam, Siti kehilangan Rp 100 juta & 200 gram emas Ilustrasi Emas. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Siti (65) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Bayu Asih Purwakarta, setelah ditemukan pingsan di jalan tidak jauh dari rumah tinggalnya. Namun setelah siuman, warga Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, itu justru meracau dan marah-marah meminta pulang mengejar seseorang yang membawa kabur harta benda miliknya.

"Kenapa saya dibawa ke sini. Hayo cepet kejar penipunya," celoteh Siti sambil berusaha lari dari dari ruang tindakan Rumah Sakit.

Sebelumnya siti terjatuh di jalan berjarak 100 meter dari rumahnya dan pingsan, saat mengejar seorang pria yang diduga telah menghipnotis dan membawa kabur harta benda miliknya, berupa perhiasan emas seberat 210 gram dan uang Rp 100 juta.

Menurut keluarga, peristiwa itu terjadi pada Selasa (15/11) sore. Berawal korban bertemu dengan seoran pria yang mengaku sebagai tukang ojek yang mengajak Siti pulang dan mengantarkannya ke rumah.

"Kejadiannya saat ibu pulang dari sawah, di tengah jalan katanya bertemu dengan tukang ojek. Terus diantar pulang dan sempat juga belanja ke mini market," kata anak korban, Iyah.

Dikatakan Iyah, sesampainya di rumah pelaku kemudian melakukan aksi kejahatannya dengan menghipnotis Siti setelah pundaknya ditepuk hingga beberapa kali.

"Yang saya tahu pelaku sempat masuk ke rumah dan minta air minum, setelah diberi selintas seperti dijampi-jampi gitu," ujar Iyah.

Untuk mengalihkan perhatian keluarga yang ada di rumah, lelaki tersebut kemudian meminta agar dibelikan rokok ke warung.

"Mungkin saat saya ke warung itu, dia (pelaku) melucuti perhiasan yang dipakai ibu saya, termasuk uang," tambah Iyah.

Dari pengakuan korban, dalam kondisi setengah tidak sadar ia diminta untuk melucuti semua perhiasan yang digunakan, pelaku juga merayu agar emas yang disimpan di kamat dikeluarkan dan diberikan kepadanya.

"Kalau emasnya 210 gram, ditambah uang Rp 100 juta, padahal uang itu hasil dari menjual tanah," ujar Siti sambil menangis.

Dalam aksinya, pelaku berhasil menggondol emas dan uang dengan total lebih dari Rp 200 juta. Kasus tersebut oleh keluarga langsung dilaporkan ke Kepolisian Resor Purwakarta.

Keluarga juga telah menyampaikan ciri-ciri khusus pelaku hipnotis tersebut termasuk jenis dan warna sepeda motor yang digunakan.

"Semuanya sudah disampaikan ke Polisi jadi kami menunggu hasil petugas saja. Hanya saja kami keluarga berharap agar pelaku segera ditangkap," pungkas Iyah.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP