Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi Biang Kemacetan, Pasar Di Garut Dikanalisasi Selama Libur Nataru

Jadi Biang Kemacetan, Pasar Di Garut Dikanalisasi Selama Libur Nataru macet. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Dua pasar yang berada di kawasan Garut Utara, yaitu Limbangan dan Malangbong akan dilakukan kanalisasi oleh kepolisian selama libur Natal dan tahun baru (nataru). Kanalisasi dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi saat terjadi lonjakan kendaraan yang melewati jalur selatan.

Dirlantas Polda Jabar, Kombes Eddy Djunaedi mengatakan, kanalisasi selama ini dinilai efektif dalam mengurai kemacetan. Namun di luar hal tersebut, polisi juga akan berupaya agar aktivitas delman atau andong tidak beroperasi selama libur nataru.

"Aktivitas pasar ini menjadi salah satu kendala di jalur selatan, khususnya Garut karena aktivitasnya bisa sampai tumpah ke badan jalan," katanya saat melakukan pemantauan di jalur selatan, Senin (16/12).

Dia menyebut, pihaknya akan menambah jumlah personel yang melakukan pengamanan di jalur tersebut. Penambahan dilakukan untuk membantu warga yang hendak menyebrang jalan.

"Jadi nantinya akan dikoordinir, warga dibantu petugas untuk disebrangkan agar tidak ada yang menyebrang sembarangan terpisah-pisah," ujarnya.

Eddy juga menyebut, polisi juga akan melakukan pembatasan aktivitas truk-truk berukuran besar di jalur-jalur yang digunakan selama libur nataru. Polisi akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mewujudkannya.

Selain mengantisipasi kemacetan terjadi di jalur selatan, Eddy menyebut, pihaknya pun selama libur nataru memersiapkan upaya dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan yang masuk wilayah hukum Polda Jabar pasca beroperasinya jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek).

"Karena yang bawah kecepatannya sudah semakin cepat, jaraknya sudah semakin jauh karena sudah dibagi dua ke Japek II, sehingga makin cepat alirannya masuk ke wilayah Polda Jabar," terangnya.

Menyikapi hal tersebut pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi kemacetan, mulai dari pembuatan pos pantau untuk memantau banyaknya kendaraan yang keluar dari Jakarta hingga rencana rekayasa lalulintas saat terjadi peningkatan arus kendaraan.

Untuk rekayasa lalulintas berupa pengalihan arus lalulintas, disebut Eddy, bisa mulai dilakukan di pintu tol Karawang Barat untuk kemudian diarahkan menuju jalur Pantura.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP