Jabar Siaga Satu Virus Corona, Ridwan Kamil Berencana Bentuk Crisis Center
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan segera membentuk crisis center terkait virus corona (covid-19) di Jawa Barat. Di sisi lain, dia meminta masyarakat bisa memilah informasi yang tersebar di media sosial agar tidak terjebak berita bohong.
Dia menjadwalkan pembahasan mengenai pembentukan crisis center akan dirapatkan secara khusus di Gedung Sate pada Selasa (3/3). Ini menjadi upaya agar semua penanganan maupun bantuan mengenai virus corona bisa terpusat.
“Besok kita akan rapat di Bandung untuk menguatkan lagi apa yang telah dirapatkan dua minggu lalu, untuk membentuk crisis center covid-19, sehingga nanti terkait informasi dan bantuan semuanya berada di satu pintu untuk Jabar,” kata dia di Depok, Senin (2/3).
Crisis center pun berfungsi sebagai penyalur informasi kepada masyarakat. Pasalnya, saat ini beragam berita yang tidak jelas sumbernya tersebar di media sosial. Hal ini bisa membuat situasi masyarakat secara psikologis tidak kondusif.
“Berita bohong berserakan, sehingga diharapkan media fokus ke fakta-fakta,” kata dia.
Selain itu, dia memastikan rumah sakit rujukan di masing-masing kabupaten kota di Jawa Barat sudah siaga. Penanganan khusus untuk pengambilan sampel bisa dikoordinasikan dengan pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).
“Rumah sakit daerah di Jabar, jumlahnya 27, sebagai rujukan utama berkoordinasi dengan rshs sebagai rumah sakit kelas A. Untuk mengecek sampelnya hanya bisa dicek di lab kes di Jakarta (milik Kementerian Kesehatan),” jelas dia.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memakan makanan kaya dengan gizi. Tubuh yang bugar sangat penting untuk mencegah virus corona menyerang.
"kami imbau ke masyarakat untuk menjaga kesehatan, karena virus ini dilawan oleh kebugaran tubuh, biasanya kalau fisiknya kuat bisa melawan flu," ungkap dia.
Jangan Panik Beli Masker
Selain itu, Emil, begitu dia disapa ini juga berpesan kepada masyarakat agar tidak terlalu panik membeli masker. Dia meminta masyarakat mengingat pesan Menkes Terawan Agus Putranto bahwa masker hanya untuk mereka yang sakit, bukan orang sehat.
"Jangan panik membeli masker, ini sudah ramai di mana-mana. Merujuk kepada Menteri Kesehatan, masker itu hanya untuk orang yang sakit. Jangan sampai nanti yang sakit butuh ternyata habis dibeli orang-orang yang sehat yang tidak perlu membutuhkan masker. Oleh karena itu saya himbau warga Depok khususnya, untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan bagi yang membutuhkan," imbuh dia.
"Karena itu lah kami tadi membawa 10 ribu masker, kami titipkan ke Pak Wali Kota untuk disimpan di titik-titik pelayanan masyarakat. Puskesmas, klinik, rumah sakit. Jaga-jaga pada saat yang sakit butuh," sambung Emil.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya