Istana: Tak Pernah Ada Orang Ditangkap Karena Beda dengan Pemerintah

Senin, 26 Oktober 2020 12:18 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Istana: Tak Pernah Ada Orang Ditangkap Karena Beda dengan Pemerintah istana merdeka. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas publik menilai aparat saat ini makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politik dengan penguasa. Sebanyak 37,9 persen responden menyatakan agak setuju dengan hal tersebut. Bahkan 19,8 persen sangat setuju terkait hal tersebut.

Pihak Istana menyikapi hasil survei tersebut. Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, mengklaim tidak pernah ada arahan dari pemerintah ke aparat keamanan untuk menangkap warga yang berbeda pandangan politik.

"Tidak pernah ada penangkapan politik dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Juga sebelumnya-sebelumnya saat berpasangan dengan Pak Jusuf Kalla. Tidak pernah orang diproses hukum karena berbeda dengan pemerintah," kata Donny saat dihubungi merdekacom, Senin (26/10).

"Pasti ada unsur pidana apakah itu ujaran kebencian, apa itu fitnah," sambung dia.

Dia mencontohkan ketika Fadli Zon dan Fahri Hamzah diberikan penghargaan oleh Presiden Joko Widodo. Padahal, kata Donny, keduanya memiliki pandangan politik berbeda.

"Ini kan menunjukkan pemerintah atau Presiden sendiri tidak pernah memusuhi mereka-mereka yang berbeda pendapat tidak pernah bersikap antipati yang berbeda pendapat justru diberi ruang dan diberi penghargaan pula," ungkap Donny.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, mayoritas publik menilai, aparat saat ini makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politik dengan penguasa.

"Kalau saya gabung agak setuju dan sangat setuju itu mayoritas, jadi variabel kebebasan sipil itu sepertinya belnya sudah bunyi nih, hati-hati," jelas Burhanuddin dalam konferensi pers secara virtual terkait Politik, Demokrasi dan Pilkada di Era Pandemi, Minggu (25/10).

"Karena bagaimana pun ada ekspektasi pada Presiden Joko Widodo, beliau yang lahir di era reformasi menjaga warisan paling mahal reformasi yang paling mahal yaitu demokrasi," tambah Burhanuddin. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini