Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Istana Mangkunegaran konservasi 7 naskah Lontar Kuno

Istana Mangkunegaran konservasi 7 naskah Lontar Kuno Ilustrasi Naskah Lontar. ©blogspot.com

Merdeka.com - Istana Mangkunegaran, Solo, mengkonservasi 7 naskah lontar kuno koleksi perpustakaan Rekso Pustoko, Selasa (12/8). Konservasi dilakukan untuk memperpanjang usia naskah lontar serta melestarikan keberadaan naskah berusia ratusan tahun tersebut, sehingga tetap bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Proses konservasi dilakukan oleh para relawan dari Komunitas Peduli Lontar Solo (Pelos). Sebagaimana perlakuan terhadap naskah kuno lainnya, proses pembersihan dan perawatan dilakukan dengan ekstra hati-hati.

Satu demi satu naskah yang seluruhnya ditulis menggunakan huruf Jawa itu dikeluarkan dari lemari penyimpanan. Lembar demi lembar daun lontar yang dirangkai menggunakan seutas benang warna putih itu lalu dibersihkan dengan cara di lap menggunakan kain lembut yang sudah dibasahi alkohol.

Setelah dibersihkan dengan alkohol, daun lontar dilap menggunakan kain yang telah diberi campuran minyak serai dan kemiri sangrai yang ditumbuk halus. Minyak serai untuk mengembalikan kelenturan daun lontar, dan kemiri untuk menajamkan kembali warna tulisan.

Daun lontar kemudian dikeringkan dengan cara diangin-anginkan selama satu hari, setelah kering kembali dibersihkan menggunakan kain lap halus untuk membersihkan sisa minyak serai dan kemiri.

Menurut salah seorang pelestari naskah lontar, Alfi Khoirunnisa (22), kegiatan itu juga untuk menyelamatkan naskah lontar dari kerusakan. Ia menyebutkan ketujuh naskah lontar kuno itu antara lain, naskah lontar serat semara dahana, serat yusup, serta layang yusuf, serat menak, dan sebagainya.

"Kita tergetkan tiga hari ke depan konservasi naskah lontar kuno selesai. Proses pembersihan itu membutuhkan kehati-hatian. Kalau tidak hati-hati atau tergesa-gesa akan mudah patah dan rusak," terang alumnus Fakultas Sastra dan Seni Rupa Jurusan Sastra Daerah Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Rekso Pustoko merupakan salah satu tempat yang menjadi rujukan para peneliti, selain Museum Radya Pustaka. Perpustakaan yang dibangun pada masa Mangkunegoro IV itu menyimpan banyak sekali naskah kuno yang tidak ternilai harganya.

Koleksi naskah kuno yang disimpan di tempat itu sebanyak 1.000 judul. Koleksi tertua adalah buku 'Sejarah Nabi Adam dan Raja-Raja Jawa' yang ditulis Mangkunegoro I dalam Bahasa Jawa dan Arab pada 1769. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP