Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Isolasi Mandiri Terkait Covid-19 Bukan Berarti Dikucilkan

Isolasi Mandiri Terkait Covid-19 Bukan Berarti Dikucilkan Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Demi memutus rantai penularan virus Corona atau Covid-19, Pemerintah menggalakkan isolasi mandiri bagi pemudik yang baru tiba di kampung halamannya, maupun mereka yang pernah kontak dengan pasien positif.

Namun, pengertian isolasi mandiri bukan berarti diasingkan atau dikucilkan.

"Isolasi diri tidak dimaknai mengasingkan diri. Karena isolasi ini sifatnya isolasi fisik, bukan isolasi sosial yang kemudian dikucilkan, diasingkan," kata Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto di Kantor Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/4).

Menurut Yurianto, kesadaran masyarakat bahwa ada penderita Covid-19 tanpa gejala semestinya dapat membawa mereka untuk secara mandiri mengisolasi diri di rumah. Namun, bukan berarti menjadi jauh dari keluarga.

"Jadi bukan berarti saya nggak boleh ketemu saudara saya, nggak boleh ketemu orang tua saya, nggak boleh bicara sama anak saya. Tetap kontak sosial ada tetapi jaraknya yang diatur," jelas dia.

Hanya saja, lanjut Yurianto, interaksi sosial itu juga harus menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Seperti tetap menggunakan masker dan jarak yang diatur pun sebaiknya 2 meter.

"Harus pakai masker terus supaya percikan-percikan ludah ini ketahan di masker. Itu yang menjadi mutlak," kata Yurianto.

Reporter: Nanda PerdanaSumber : Liputan6.com

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP