Isak Tangis Sambut Kedatangan Dua Jenazah Korban Tsunami Banten di Ciputat
Merdeka.com - Puluhan kerabat, tetangga dan teman korban musibah tsunami di Selat Sunda, memadati rumah kediaman Matori, di RT 07/19 Kelurahan Serua, kecamatan Ciputat Perumahan Bukit Nusa Indah, kota Tangerang Selatan.
Isak tangis pecah, saat dua mobil ambulans pembawa Jenazah Rumisih dan Nidaul Khusna tiba di rumah tersebut, Senin (24/12).
Rumisih dan Nidaul, adalah korban tsunami di selat Sunda, dia saat itu datang bersama belasan rombongan warga perumahan Bukit Nusa Indah Ciputat, untuk keperluan berlibur.
Adik kandung korban Rumisi, Kamari, mengatakan jasad kedua keluargannya itu akan langsung di mandikan dan segera disalatkan kemudian dimakamkan di TPU terdekat.
"Ini segera kami mandikan, agar bisa cepat disalatkan dan dimakamkan. Pemakamannya nanti sedang dirundingkan," ucap Kamari, Senin (24/12) di rumah duka.
Diterangkan dia, Rumisih dan anaknya Nida berangkat ke Pantai Carita untuk berlibur bersama Suaminya, Matori. Namun saat tsunami tiba, Rumisih dan Nida tersapu ombak dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban tsunami di Ciputat ©2018 Merdeka.com/Kirom
"Matori masih sehat, dia masih dirawat di RS di Pandeglang. Luka di bagian wajah dan kaki, tapi saya juga belum tahu pasti, karena yang ke sana itu mantunya," ucap Kamari.
Kamari menuturkan, Matori berpesan, kalau anak dan istrinya sudah dimakamkan Matori minta dibawa berobat di sekitat Tangerang Selatan.
"Dia mau dijemput oleh anak pertamanya (Zulfatul Hasana), berobat di Tangerang Selatan, pesannya begitu," terang Kamari.
Sebelum berangkat ke Pantai, Kamari yang tinggal bersebelahan dengan rumah Matori, sempat menanyakan ke keluarga Matori. "Saya tanya karena saya lihat bawa tas besar kayak orang mau pulang kampung, terus dijawab mo pelesiran ke Carita. Oh ya sudah saya bilang hati-hati, jangan lupa oleh-oleh," kenang dia.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya