Instruksi Istana Sambut HUT ke-80 RI: Kementerian Kibarkan Merah Putih Serentak Selama Bulan Agustus!

Silakan merujuk pada Surat Edaran Mensesneg Nomor B-20/M/S/TU.00.03.07/2025 yang diterbitkan pada tanggal 28 Juli 2025 untuk instruksi ini.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Instruksi Istana Sambut HUT ke-80 RI: Kementerian Kibarkan Merah Putih Serentak Selama Bulan Agustus!
Ilustrasi bendera Indonesia, Merah Putih. (Image by Mufid Majnun from Pixabay ) (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah menginstruksikan kepada para menteri, pimpinan lembaga negara, dan kepala daerah untuk mengibarkan bendera merah putih secara serentak di kantor masing-masing mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2025. Pengibaran bendera ini bertujuan untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Instruksi ini dicantumkan dalam Surat Edaran Mensesneg Nomor B-20/M/S/TU.00.03.07/2025 yang dikeluarkan pada 28 Juli 2025 dan ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk Pimpinan Lembaga Negara, Gubernur Bank Indonesia, serta Menteri Kabinet Merah Putih.

Selanjutnya, surat edaran ini juga menyasar Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian, Pimpinan Lembaga Non Struktural, Kepala Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, serta Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia.

"Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam rangka menyemarakkan Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025, kami mengajak Bapa Ibu/Saudara untuk dapat turut serta berpartisipasi dengan melaksanakan hal-hal sebagai berikut: Mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak di lingkungan masing-masing mulai tanggal 1 s.d. 31 Agustus 2025," demikian kutipan dari surat edaran Mensesneg yang disampaikan oleh Liputan6.com pada Kamis (31/7).

Selain pengibaran bendera, pimpinan lembaga negara, menteri, dan kepala daerah juga diminta untuk memasang dekorasi, umbul-umbul, poster, spanduk, baliho, atau hiasan lainnya di kantor masing-masing. Pemasangan dekorasi tersebut harus sesuai dengan Pedoman Identitas Visual Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025.

"Tema, logo, dan panduan identitas visual Peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025 dapat diunduh pada laman https://hut80ri.setneg.go.id," demikian bunyi surat edaran Mensesneg.

Ajak Masyarakat Berpartisipasi

Prasetyo mengingatkan kepada para menteri, pimpinan lembaga negara, dan kepala daerah untuk menerapkan logo HUT ke-80 RI beserta desain turunannya secara optimal di berbagai media. Ini mencakup desain situs web/media sosial, tayangan televisi dan daring, dekorasi bangunan, serta hiasan pada kendaraan dinas dan umum. Selain itu, produk/souvenir, media publikasi cetak, elektronik, dan berbagai bentuk lainnya juga harus disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing pihak.

Lebih dari itu, dia menekankan bahwa peringatan HUT ke-80 RI sebaiknya tidak hanya diisi dengan kegiatan simbolis. Kegiatan tersebut juga perlu melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan sejalan dengan program prioritas pemerintah. "Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif akan nilai-nilai luhur kebangsaan, memperkuat solidaritas sosial, dan mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa," bunyi surat Mensenseg pada poin keempat.

Tema dan Logo HUT ke-80 RI

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meluncurkan logo dan tema untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Acara peluncuran tersebut berlangsung di Istana Negara Jakarta pada Rabu, 23 Juli 2025. Logo yang dihadirkan untuk HUT ke-80 RI menampilkan angka delapan dan nol yang terhubung tanpa ujung, dengan dominasi warna merah dan sedikit garis berwarna putih.

"Logo HUT ke-80 RI merupakan karya anak bangsa sebagai simbol pemersatu," ungkap Prabowo saat acara peluncuran di Istana Negara Jakarta.

Selain logo, Prabowo juga mengumumkan tema HUT ke-80 RI yang diusung adalah 'Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju'. Ia menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena sejalan dengan visi besar negara dan mencerminkan arah perjuangan bangsa Indonesia.

"Ini adalah dorongan kita, hasrat kita. Keinginan nenek moyang kita, kita bangun persatuan dan kesatuan menjadi suatu kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan kemakmuran bangsa Indonesia," jelas Prabowo dengan penuh semangat.

Rekomendasi