Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Pertolongan Pertama Terhadap Psikologi Korban Banjir

Ini Pertolongan Pertama Terhadap Psikologi Korban Banjir banjir bekasi. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Bencana banjir yang melanda di sebagian wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat mengakibatkan ribuan orang mengungsi. Kondisi tersebut sedikitnya mengguncang psikologis korban.

Muhammad Iqbal, seorang psikolog mengatakan dampak psikologis yang dirasakan korban berbeda-beda. Hanya saja, dia menegaskan penanganan psikologis di masa-masa pertama bencana banjir bukanlah proses penyembuhan trauma.

"Saat ini prosesnya pertolongan pertama psikologi, bentuknya membuat mereka nyaman karena mereka di pengungsian juga sulit mandi atau bahkan tidak mandi," ujar Iqbal, Jakarta, Sabtu (4/1).

Membuat rasa nyaman kepada korban bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya saja Iqbal mencontohkan para korban dilibatkan dalam setiap kegiatan di pengungsian. Kegiatan masak-memasak, gotong royong menata tenda untuk tempat bernaung sementara, dianggap membantu meringankan beban psikis.

Duduk sambil berbicara dengan sama tinggi juga dianggap perbuatan yang membantu menghilangkan rasa trauma bagi korban. Lebih lanjut, Iqbal mengimbau seluruh pihak agar tidak banyak tanya kepada korban di masa awal bencana banjir. Ketimbang menanyakan bagaimana kondisi korban, lebih baik untuk memberdayakan mereka sebagai manusia.

"Menghargai penyintas itu penting. Buat mereka nyaman, jangan terlalu banyak ditanya, mereka lebih banyak dilibatkan misalnya yang masak ya mereka-mereka juga," tandasnya.

Tindakan seperti itu juga berlaku untuk anak-anak. Menurut Iqbal, para relawan semaksimal mungkin membuat suasana pengungsian layaknya taman bermain tanpa mengurangi tingkat kewaspadaan.

"Terpenting anak itu fikirannya bermain, harus ada sarana keamanan. Ini penting," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, banjir yang melanda Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada Rabu (1/1) pagi menimbulkan kerugian fisik maupun materil. Ratusan rumah terendam banjir, tenda pengungsian pun didirikan.

Dari bencana itu juga menelan korban jiwa sebanyak 53 orang hingga Sabtu (4/1) pukul 10.00 WIB.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP