Ini persoalan jika Abdulrachman Saleh jadi bandara internasional

Jumat, 26 Juni 2015 07:43 Reporter : Darmadi Sasongko
Ini persoalan jika Abdulrachman Saleh jadi bandara internasional Bandara Abdulrachman Saleh. ©2015 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Bandara Abdulrachman Saleh di Malang, Jawa Timur dalam setahun ke depan diproyeksikan menjadi Bandara Internasional. Namun sekarang ini beberapa persoalan baik berkaitan dengan infrastruktur, maupun status Bandara yang selama ini sebagai fasilitas militer masih diperdebatkan.

"Kalau bisa ya sesegera mungkin untuk menjadi Bandara Internasional, yang paling penting ada kesepakatan antara TNI AU dan Pemerintah Propinsi," ungkap Ignasius Jonan usai meresmikan Gedung Terminal Keberangkatan Bandar Udara Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (25/6).

Jonan meminta adanya pembicaraan lebih lanjut antara TNI AU dan Pemerintahan Provinsi. Karena Bandar Udara Abdulrachman Saleh merupakan fasilitas militer yang patut dijaga dari berbagai kepentingan internasional.

"Kesepakatan itu seharusnya juga memasukkan unsur keamanan negara. Karena ini adalah enclave sipil yang dimiliki oleh TNI AU. Tinggal rundingan saja antara TNI AU dan Pemprov Jatim. Kementerian Perhubungan akan memfasilitasi antara TNI AU dan Pemprov Jatim," tegasnya.

Menhub melihat kesepakatan tersebut menjadi kunci utama pengembangan ke depan. Pihaknya sudah menandatangani perencanaan pengembangannya, tetapi tetap bergantung pada kesepakatan tersebut.

Bahkan urusan infrastruktur, bagi Jonan tidak terlalu bermasalah. Karena tidak butuh waktu lama untuk melengkapinya.

"Sekarang panjang runway sudah 2.250 Meter dan sekarang landasan pacunya sedang ditambah, airsetnya dan pagar-pagarnya dilengkapi, apron-nya diperlebar hingga kapasitas tujuh pesawat, sekarang masih empat pesawat. Setahun ini mestinya sudah siap," urainya.

"Infrastruktur dengan segala peralatannya barangkali tidak begitu menjadi persoalan, tetapi penggunaan fasilitas militernya ini, karena memang ini enclave sipil yang dimiliki militer," tambahnya menegaskan.

Sementara itu, kondisi sekarang ini hanya bisa melayani penerbangan pada siang hari. Pertimbangan cuaca masih menjadi kendala, kendati airset dan alat navigasinya ditingkatkan.

"Bandara ini kan seperti Bandara Husein Sastranegara yang dikelilingi oleh pegunungan. Jadi operasi cukup sampai sore saja," tegasnya.

Sementara Gubernur Jawa Timur, Soekarwo apresiatif dengan langkah Pangkoops II yang meminjamkan Bandara untuk kepentingan sipil. Pihaknya juga akan mempercepat proses pembicaraan untuk meningkatkan sebagai Bandara Internasional.

"Sesegera mungkin dengan Angkatan Udara (AU) untuk membicarakan izin menjadi bandara internasional," tegasnya. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Bandara
  2. Ignasius Jonan
  3. Malang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini