Polisi Beberkan Peran 8 Anggota KAMI di Kasus Rusuh Demo Omnibus Law

Kamis, 15 Oktober 2020 18:50 Reporter : Nur Habibie
Polisi Beberkan Peran 8 Anggota KAMI di Kasus Rusuh Demo Omnibus Law 8 Anggota KAMI ditahan di Bareskrim. ©Istimewa

Merdeka.com - Mabes Polri menangkap sembilan orang terkait kerusuhan unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di sejumlah daerah. Dari 9 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, 8 merupakan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan 1 pemilik akun @podoradong.

"Dari Medan ini ada menemukan dua laporan polisi, kemudian ada empat tersangka yang kita lakukan penangkapan dan penahanan. Inisial KA, JG, NZ, dan WRP," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Agro Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).

Berikut peran 9 tersangka:

Peran Tersangka di Medan

1. KA (Khairi Amri)

"KA ini dia perannya adalah sebagai admin WAG Medan KAMI ini, kami menemukan di dalam suatu handphone ini, ada WAG group KAMI Medan, apa yang di sini yang pertama disampaikan di sini itu adalah pertama yang dimasukan WAG ini ada foto Kantor DPR RI dimasukan di WAG itu kemudian isinya dijamin compleate kantor sarang maling dan setan ada disitu tulisannya, itu ada di WAG ini," kata Argo.

"Di WA WAG ada gambarnya yang sudah kami jadikan barang bukti yang kita ajukan penuntut umum, ada gambarnya dan kemudian pengiriman dari KA ini itu juga ada tulisannya mengumpulkan saksi untuk melempari DPR dan melempari polisi itu ada batunya barang buktinya. Kemudian juga ada tulisannya apa, kalian jangan takut dan jangan mundur, ada di WAG ini yang kita jadikan sebagai barang bukti tulisan itu," sambungnya.

2. JG

JG yang menyampaikan dalam WAG group tersebut jika batu mengenai satu orang dan juga membuat skenario seperti tahun 1998.

"Tersangka JG ini, di dalam WAG grup tadi dia menyampaikan batu kena satu orang, bom molotov bisa kebakar 10 orang dan bensin bisa berceceran, ada disampaikannya di sana. Kemudian, ada juga yang menyampaikannya buat skenario seperti 98 dan penjarahan toko-toko cina dan rumah-rumahnya," kata Argo.

"Preman diikutkan untuk menjarah, ada sudah kita jadikan barang bukti ini kata-kata seperti ini dan kita dapatkan bom molotov ya sama pokok untuk buat tulisan. Nah bom molotov itu bakal dilempar untuk membakar fasilitas, nah ini ada mobil yang dibakar ini. Ini dilempar ini gambarnya sehingga bisa terbakar," sambungnya.

3. NZ

Berikutnya yakni NZ yang menyampaikan bahwa Medan cocoknya didaratin, yakin pemerintah sendiri bakal perang sendiri sama Cina.

4. WRP

WRP menyerukan wajib bawa bom molotov.

"Kemudian tersangka berikutnya WRP ini menyampaikan bahwa besok wajib bawa bom molotov, nah ini yang saya sampaikan salah satunya dan masih banyak contohnya. Nah ini salah satu contoh gedung DPRD Sumatera Utara yang sampai rusak ini, dan ini salah satu gedungnya saja kerusakan agak parah yang dilempar," kata Argo.

"Jadi ini menggunakan pola hasut pola hoaks, polanya seperti itu nah sudah kelihatan semua perannya mereka masing-masing. Kemudian ada barang bukti ada handphone, chating masing-masing tersangka ada kita ada jadikan barang bukti dan juga ada uang Rp 500.000 dari uang untuk kebutuhan logistik yang di kumpulkan WAG itu baru terkumpul Rp 500.000 sudah terkumpul. Kemudian ada atmnya sudah kita sita dan ini jadi petunjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.

Polisi juga mempunyai foto KA yang sudah mengumpulkan massa sambil membagi nasi bungkus serta membagikan arahan kepada massa. Semuanya itu sudah dijadikan bukti untuk di pengadilan dan sudah masuk dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Kemudian dari 4 orang dari Medan sudah kita kenakan Pasal 28 ayat 2 Jo 45 di UU ITE ya kemudian ditambah dengan Pasal 160 KUHP ancamanya 6 tahun, makanya ditahan untuk tersangka tersbeut dan untuk pemeriksaan dari Medan dilakukan di Bareskrim," sebutnya.

Baca Selanjutnya: Peran Tersangka di Jakarta...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini