KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ini penyebab pergerakan tanah di Majalengka

Jumat, 3 Mei 2013 14:06 Reporter : Andrian Salam Wiyono
ilustrasi. REUTERS

Merdeka.com - Pergerakan tanah terjadi di Kampung Gintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Akibatnya, rumah warga, sawah dan jalan porak poranda dibuatnya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menjelaskan sejumlah penyebab pergerakan tanah tersebut. Dia mengatakan wilayah tersebut masuk dalam kriteria zona pergerakan tanah menengah tinggi.

Karenanya, dia merekomendasikan kawasan tersebut tidak diisi pemukiman. "Ini zona yang cukup berbahaya, pergerakan tanah cukup tinggi," kata Surono di Bandung, Jumat (3/5).

Pemicu lainnya, kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini, adalah musim penghujan yang mengguyur kawasan tersebut. Tingginya kandungan air yang ada di dalam tanah diduga menjadi salah satu penyebabnya.

"Kriteria rawan longsor dan pergerakan tanah itu memang berasal dari kawasan yang subur, ini memang tanahnya subur," terangnya.

Dia juga mengatakan, desa tersebut dikelilingi oleh banyak sawah dan kolam. "Tanah yang ada menjadi jenuh dan mudah bergerak," ujarnya.

"Ada sekitar enam hektare sawah yang rusak padahal itu semua siap panen," paparnya.

Informasi yang diperoleh PVMBG, infrastruktur jalan wilayah tersebut mengalami retakan panjang sekitar 5-50 m dan penurunan tanah dengan jumlah berbeda yakni 30-60 cm.

PVMBG merekomendasikan relokasi bagi warga yang menjadi korban gerakan tanah. Relokasi sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah. Pasalnya, lahan di sekitar Kampung Cigintung sudah tidak layak huni.

"Karena sebagian besar sudah mengalami retakan yang pergerakannya masih berlangsung hingga sekarang, dan masih cenderung meningkat," terangnya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Bencana Alam

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.