Sebelum tewas, Dyah mengeluh pusing saat jalani latihan militer

Rabu, 18 November 2015 11:16 Reporter : Henny Rachma Sari
Sebelum tewas, Dyah mengeluh pusing saat jalani latihan militer wajib militer di kemenhub. ©2015 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meregang nyawa saat mengikuti Pelatihan Pembinaan Mental dan Fisik (Bintalsik) di Pusat Latihan Pertempuran (PLP) Kolatmar, Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Korban bernama Dyah Purnamaningrum yang merupakan pejabat eselon IV di Kemenhub dan menjabat sebagai Kasubag Kerjasama Regional Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri.

Terkait peristiwa itu, Juru Bicara Kemenhub JA Barata enggan disebut jika kematian Dyah karena mengikuti pelatihan tersebut.

"Jadi dia lagi ikut acara baris berbaris, dia bilang 'aku pusing mau minggir dulu' minggirlah dia," ujar Barata saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (18/11).

"Lalu duduklah dia di bawah pohon, lemas terusnya. Lalu dibawa keunit kesehatan, dari unit kesehatan sepertinya dia butuh bantuan lebih akhirnya kami bawah ke puskesmas atau RS terdekat. Namun pada pukul sekitar 10.15 WIB kita diberitahukan ibu Dyah sudah meninggal," lanjutnya.

Barata menegaskan jika almarhumah tidak menerima tekanan lantaran pelatihan baru dimulai. "Kronologi yang ada dia tidak mengalami tekanan, pelatihan itu juga baru jalan. Senin, Selasa pagi itu baru ikut latihan," tegasnya.

"Senin itu baru mulai diklatnya, itu ada pengarahan terlebih dahulu dan pembagian seragam terlebih dahulu. Terus sore ikut mulai ada pengarahannya. Selasa pagi baru baris berbaris. Sekitar kurang jam 9 masih happy masih ikut, kondisi masih vit. Semua peserta sarapan dulu. Karena itu mengajarkan kita soal tepat waktu. Solat subuh tepat waktu, makan tepat waktu semua harus tepat waktu semua begitu. Justru ini ada bagian mempelajari tepatan waktu," jelasnya.

Ia menambahkan, Dyah yang sudah sekitar 10 tahun menjadi PNS di Kemenhub tidak mempunyai riwayat penyakit yang serius.

"Dia tidak pernah mengeluh tidak pernah mengeluh sebelumnya. Tapi kecuali dia waktu itu bilang pusing minggir dulu," pungkasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini