Ini daerah rawan longsor dan kecelakaan di jalur mudik wilayah Sumsel
Merdeka.com - Pemudik yang akan melintasi wilayah Provinsi Sumatera Selatan diimbau waspada dalam berkendara. Pasalnya, beberapa titik sudah dipetakan dalam beberapa daerah rawan, mulai kecelakaan, longsor hingga pasar tumpah.
Dalam catatan Dinas Perhubungan Sumsel, ada beberapa lokasi yang perlu diwaspadai saat melintas. Di antaranya daerah rawan kecelakaan dan longsor berada di Sugi Waras-batas Kabupaten Lahat, Tebing Tinggi-Tanjung Raya, Tanjung Raya-batas Bengkulu, Pagaralam-Tanjung Raya, Talang Padang-Padang Tepong, dan Muara Siban-Simpang Embacang.
Lokasi rawan longsor berada di Desa Banuayu (Ogan Komering Ulu), Simpang Martapura-Muara Dua, Simpang Campang-Ujan Mas, Ujan Mas-batas Bengkulu, Muara Dua-Kota Batu, dan Desa Beruge (Musi Banyuasin).
Ada juga lokasi pasar tumpah yang tersebar di sejumlah titik. Di antaranya Pasar Indralaya (Ogan Ilir), Pasar Tugu Mulyo (OKI), Pasar Sungai Lilin/Banyung Licir (Muba), Pasar Padang Tepong, Pasar Pendopo, Pasar Tebing Tinggi (Empat Lawang), dan Pasar Jarai (Lahat).
Sementara daerah rawan kemacetan, mayoritas tersebar di Kota Palembang. Ada juga di Jalan Lintas Timur Sumatera yakni di Jalan Indralaya-Palembang, Betung (Banyuasin), dan Sekayu (Muba). Di jalur Lintas Tengah Sumatera berada di Kota Prabumulih, Muara Enim, dan Martapura (OKU Timur).
Pengendara juga diimbau jika sewaktu-waktu terjadi banjir yang disebabkan curah hujan tinggi. Lokasi rawan banjir yang perlu diwaspadai diantaranya di beberapa kecamatan di Kabupaten Muba.
Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Nelson Firdaus mengungkapkan, lokasi rawan tersebut menjadi fokus pengamanan petugas dari sejumlah instansi pemerintahan dengan mendirikan posko mudik. Petugas akan menginformasikan kepada pengendara tentang kondisi jalan yang dilalui.
"Setelah kita petakan daerah-daerah rawan, pengamanan lebih maksimal. Kita siagakan tim dan fasilitas pendukung untuk membantu pemudik," ungkap Nelson, Kamis (7/6).
Dia memperkirakan, puncak arus mudik terjadi perbedaan dari masing-masing moda transportasi. Puncak arus mudik angkutan darat diprediksi terjadi pada H-2 sampai H+5, penyeberangan pada H-2 sampai H+2, angkutan laut pada H-3 sampai H+3, kereta api H-3 sampai H+6, dan angkutan udara terjadi pada H-3 sampai H+4 lebaran.
"Untuk angkutan barang dilarang melintas mulai H-3 hingga tanggal 24 Juni 2018 karena diprediksi masih berada di puncak arus mudik," ujarnya.
Pada tahun ini, kata dia, penumpang yang menggunakan moda transportasi darat atau bus diprediksi akan menurun 1,2 persen dibanding tahun lalu. Sementara jenis angkutan lain justru meningkat, seperti udara dan laut meningkat 5 persen, serta kereta api dan penyeberangan naik 7 persen.
"Penurunan bus karena warga menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan jenis lain, seperti pesawat dan kapal laut," ujarnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya