Ini anarkisme suporter sepak bola yang libatkan Bonek
Merdeka.com - Anarkisme suporter sepak bola Indonesia masih saja terjadi. Setelah The Jak Mania (suporter Persija) beberapa waktu lalu terlibat ketegangan dengan polisi sebab melakukan sweeping kendaraan Bobotoh (pendukung Persib) di Tol Cikampek, kemarin giliran Bonek Mania (suporter Persebaya) yang melakukan hal serupa di Tol Simo, Kawasan Banyu Urip.
Bonek kemarin melakukan sweeping mobil pelat N Malang untuk mencari Aremania (suporter Arema). Aksi Bonek itu menambah panjang catatan buram suporter klub berjuluk 'Green Crocodile' itu. Seperti halnya suporter bola lain, misalnya The Jak, Bobotoh, Aremania, dan Pasoepati, Bonek juga beberapa kali terlibat bentrok dan aksi anarkisme.
Berikut ini beberapa aksi anarkis suporter sepak bola yang melibatkan Bonek Mania selama 10 tahun terakhir:
2006, Bonek mengamuk di Stadion 10 November
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKerusuhan ini terjadi pada 4 September 2006 di Stadion 10 November, Tambaksari, Surabaya. Bonek mengamuk setelah tim 'bajul ijo' gagal meraih kemenangan melawan musuh bebuyutannya Arema Malang dalam pertandingan Copa Dji Sam Soe.Selain menghancurkan kaca-kaca di dalam stadion, Bonek juga membakar sejumlah mobil di luar stadion, antara lain mobil ANTV, mobil milik Telkom, sebuah mobil milik TNI Angkatan Laut, sebuah ambulans dan sebuah mobil umum. Sementara puluhan mobil lainnya rusak berat.Atas kejadian ini Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman (sebelum banding) dilarang bertanding di Jawa Timur selama setahun kepada Persebaya, kemudian larangan memasuki stadion manapun di seluruh Indonesia kepada para Bonek selama tiga tahun.
2006, Bonek bentrok dengan Pasoepati
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada tahun sama, Agustus 2006, Bonek juga terlibat bentrok dengan Pasoepati, kelompok pendukung Persis Solo, dalam final divisi I di Kediri, Jawa Timur. Bonek waktu itu memasuki lapangan dan bentrok dengan suporter tim kebanggaan masyarakat Surakarta itu. Gara–gara ulah tersebut Bonek dijatuhi sanksi lima kali tidak boleh mendampingi timnya saat pertandingan away.
2010, Bonek bentrok dengan warga Solo
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah bentrok di Kediri, ketegangan berlanjut pada 23 Januari 2010. Sekitar 400 Bonek yang berangkat dari Surabaya menuju Bandung untuk menyaksikan pertandingan antara Persebaya melawan Persib, terlibat bentrok dengan warga Solo.Bonek Mania juga dituduh melakukan penjarahan terhadap pedagang di stasiun, pemukulan terhadap wartawan Antara dan anggota Brimob, perusakan stasiun Purwosari Solo dan stasiun lainnya, perusakan rumah warga, serta tindakan-tindakan tidak terpuji lainnya.Saat perjalanan pulang dari Bandung, Bonek mendapat serangan balasan dari beberapa warga Solo.
2010, Bonek bentrok dengan Deltamania
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSetelah peristiwa di Solo, dua bulan kemudian, tepatnya pada 2 Oktober 2010, Bonek kembali berulah. Bonek alias Bondo Nekad terlibat tawuran dengan Deltamania, pendukung kesebelasan Deltras Sidoarjo, usai pertandingan Deltras dengan Persib Bandung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Tawuran terjadi setelah pertandingan Deltras melawan Persib yang dimenangi Deltras dengan skor telak 4-1.
2012, Bonek bentrok dengan warga Lamongan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDua tahun kemudian, 9 Maret 2012, Bonek yang berangkat mendukung tim kesayangannya bertanding di Bojonegoro terlibat bentrok dengan warga Lamongan. Akibat bentrok ini, 4 suporter Bonek tewas dan belasan lainnya luka-luka.
2014, Bentrok dengan polisi sebab sweeping Aremania
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comIni peristiwa paling anyar. Kemarin, ratusan Bonek melakukan sweeping di Tol Simo, kawasan Banyu Urip, Surabaya. Mereka mencari Aremania atau mobil pelat N dari Malang. Bonek menghadang Aremania yang hendak mendukung timnya bertanding di Gresik.Akibat insiden itu, banyak korban luka-luka, kaca mobil pecah, dan memacetkan tol. Polisi yang turun ke lokasi melakukan penertiban akhirnya mengamankan 56 orang, dan membawanya ke Polrestabes Surabaya.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya