Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ingat! Desa Terdampak Bencana Gunung Semeru Bukan Lokasi Wisata

Ingat! Desa Terdampak Bencana Gunung Semeru Bukan Lokasi Wisata Lokasi terdampak bencana Gunung Semeru. ©2021 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Sepeda motor mengangkut berbagai perabot rumah tangga terparkir di pinggir jalan menuju Desa Curah Kobokan, Supiturang, Lumajang. Sesuai aturan, pengemudinya tidak diizinkan masuk, meski mengaku membawa sumbangan untuk kerabat yang menjadi korban bencana Gunung Semeru.

Penjaga menghentikan dan meminta para pemotor itu kembali. Hanya petugas evakuasi dan warga setempat yang diperbolehkan memasuki kawasan desa terdampak letusan Gunung Semeru.

Kendati dilarang, warga luar Kota Lumajang tetap berusaha bertahan di pinggir jalan. Sementara kendaraan besar untuk evakuasi terus lalu-lalang di sana.

Lima pemotor yang datang berboncengan tampak tetap merengek agar diperbolehkan masuk. Penjaga dengan seragam relawan warna oranye terus menegaskan hanya masyarakat desa setempat diperbolehkan masuk, selain para petugas evakuasi.

Peristiwa serupa terjadi di sepanjang jalanan menuju lokasi desa terdampak. Beberapa di antaranya masyarakat yang baru saja mengirimkan bantuan ke posko dan mengaku penasaran ingin melihat lokasi bencana Gunung Semeru.

"Saya baru membawa sumbangan, ini ingin lihat kondisinya ke lokasi," tegas seorang pria dengan Avanza yang baru saja diminta balik arah.

Seperti di lokasi-lokasi bencana lainnya, ulah kurang berempati dari sejumlah orang kerap ditemukan di kawasan terdampak awan panas guguran Gunung Semeru. Mereka berduyun-duyun hanya dengan alasan penasaran dan ingin berfoto selfie di tempat itu.

Mengganggu Evakuasi

Bupati Lumajang Thoriqul Haq sempat menyampaikan kegeramannya dengan ulah masyarakat yang menganggap lokasi bencana sebagai lokasi wisata. Tujuan mereka tidak jelas tujuan atau sekedar ingin berfoto di lokasi terdampak.

Selain membuat jalanan macet, keberadaan mereka juga dianggap mengganggu para petugas yang sedang bekerja.

"Bukan waktunya, ini bukan tontonan, bukan tempat pariwisata," tegas Thoriqul Haq, Sabtu (11/12).

Thoriq meminta warga tidak berkepentingan agar tidak masuk ke lokasi bencana. Karena kondisinya masih membahayakan dapat menghambat proses evakuasi.

Dia khawatir ketika terjadi erupsi, petugas dan warga harus cepat bergerak ke bawah. Sesuai SOP, kendaraan telah diposisikan siap meluncur meninggalkan lokasi.

"Kita ini sedang fokus evakuasi, ketika banyak kendaraan akan mengganggu. Saya berharap itu tidak terjadi," tuturnya.

Bantuan Cukup Diserahkan ke Posko

diserahkan ke poskoRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Masyarakat yang ingin menyerahkan bantuan cukup diserahkan ke posko pengungsian yang sudah ditunjuk. Kendaraan petugas yang akan membantu distribusinya, termasuk ke lokasi.

"Dengan segala hormat, sudahlah, kan banyak posko, posko desa, posko teman-teman," tegasnya.

Lokasi sendiri saat ini sudah sepi penghuni karena warga mengungsi ke posko. Hanya ketika siang hari, mereka membersihkan barang yang masih dapat dimanfaatkan untuk dibawa ke lokasi pengungsian.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP