Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ICW: Meme dan sindiran Setya Novanto alamiah, sifatnya kritikan

ICW: Meme dan sindiran Setya Novanto alamiah, sifatnya kritikan Setnov sidak Tol Cikarang Utama. ©2017 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Ketua DPR Setya Novanto melaporkan 32 akun media sosial terkait meme yang beredar saat dia sakit. Setya Novanto menyebut akun-akun itu telah mencemarkan nama baiknya. Salah satu pemilik akun, Dyann Kemala Arrizqi ditangkap polisi.

Langkah Setya Novanto ini menuai kritik karena dianggap berlebihan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, munculnya meme itu sebagai kritikan. Begitu juga sindiran the power of Setya Novanto yang juga ramai diperbincangkan di linimassa.

"Ekspresi masyarakat yang muncul dalam bentuk meme sesuatu yang sifatnya alamiah dan sifatnya memberi masukan dan kritik. Ketika kita melihat meme Setnov dan (tagar) The Power of Setnov beberapa hari naik di linimasa medsos, itu sesuai konteks yang terjadi pada saat itu," ujar

Peneliti ICW, Tibiko Zabar dalam jumpa pers di LBH Pers, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (5/11).

Meme dan sindiran tersebut muncul karena saat itu Setya Novanto seharusnya diperiksa KPK tapi dibatalkan karena dia dirawat di rumah sakit. Tibiko melihat, meme itu muncul karena publik melihat kejanggalan foto Setya Novanto yang tengah terbaring di kamar perawatan rumah sakit. Tak berselang lama, Novanto memenangkan sidang praperadilan yang menganulir statusnya sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Publik pun bereaksi.

"Pada saat itu Setnov akan dipanggil KPK lalu dia tidak bisa hadir karena alasan sakit. Kemudian muncul foto yang menimbulkan kejanggalan sehingga menimbulkan polemik di masyarakat, muncul reaksi publik. Belakangan setelah putusan praperadilan dimenangkan muncul juga foto Setnov sedang asyik main tenis meja," paparnya.

"Publik menilai itu hal yang aneh, tidak masuk di akal," sambungnya.

Menurutnya, penyebaran meme bukan mengarah pada Setya Novanto secara pribadi melainkan kritikan yang diarahkan untuk pejabat negara, para pemangku kepentingan dan wakil rakyat yang memiliki tanggung jawab sosial dan harus menyuguhkan transparansi dan akuntabilitas akan kinerjanya kepada publik. Terlebih Novanto adalah Ketua DPR RI.

"Dia adalah representasi rakyat saat ni sehingga ini menjadi sesuatu yang wajar masyarakat mengkritik apa yang terjadi saat itu," jelasnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP