Ibu Hendak Melahirkan Terjebak Macet, Masalah di Jalur Puncak Sangat Serius

Minggu, 1 Desember 2019 22:34 Reporter : Wisnoe Moerti
Ibu Hendak Melahirkan Terjebak Macet, Masalah di Jalur Puncak Sangat Serius Ipda Danny Sutarman. ©Istimewa

Merdeka.com - Seorang ibu hamil sempat terjebak pada sistem jalur satu arah atau one way Jalur Puncak Cisarua Kabupaten, Bogor, Sabtu (30/11). Ibu tersebut hendak melakukan persalinan. Beruntung, ibu bernama Dewi tersebut berhasil dibantu oleh pihak Kepolisian menuju rumah sakit.

Peristiwa ini sudah sampai ke telinga Bupati Bogor Ade Yasin. Diakuinya, persoalan di jalur Puncak sangat serius untuk diselesaikan.

"Ini hal serius. Si ibu terjebak di antrean saat berlaku sistem one way di Jalur Puncak Bogor. Itu peristiwa mengkhawatirkan di Jalur Puncak," ujarnya di Cibinong, Kabupaten Bogor. Seperti dilansir Antara, Minggu (1/12).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu tak menampik kemacetan yang kian parah setiap akhir pekan di Jalur Puncak. Kepadatan volume kendaraan perlu ditangani dengan segera. Salah satu caranya mempercepat pembangunan Jalur Poros Tengah Timur (PTT) atau biasa disebut Jalur Puncak Dua.

"Pembangunan Jalur Puncak Dua harus segera dilakukan. Jalur alternatif tersebut diperlukan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah, terutama pada akhir pekan," bebernya.

1 dari 1 halaman

Pentingnya Jalur Puncak Dua

Dia tak bosan mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera merealisasikan jalur yang juga menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur itu.

Selain mempermudah akses masyarakat, pembangunan jalan yang ditaksir menelan biaya Rp1,2 triliun itu bisa mendongkrak perekonomian warga sekitar karena jika dilihat berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah tersebut, tergolong masih minim.

Sebelumnya, Polres Bogor mengevakuasi ibu hamil di Jalur Puncak Cisarua Bogor saat hendak melakukan persalinan pada Sabtu (30/11).

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri mengatakan, sekitar pukul 10.40 WIB warga Citeko Cisarua, Kabupaten Bogor, Kiki (35) hendak membawa istrinya, Dewi menggunakan mobil untuk menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi.

Ketika hendak melintasi Jalur Puncak, saat itu sedang berlaku sistem satu arah atau one way ke arah atas, sehingga kendaraan tersebut sempat terjebak, tidak bisa mengarah turun ke RSUD Ciawi.

Fadli menyebutkan, meski sedang berlaku sistem satu arah ke atas, tapi atas dasar kemanusiaan anggota Satlantas melaksanakan diskresi membantu warga sehingga terpaksa menerobos dari arah yang berlawanan.

Sekitar pukul 11.20 WIB, Kiki bersama Dewi tiba di RSUD Ciawi dengan pengawalan dan langsung menerima penanganan medis dari petugas medis. [noe]

Baca juga:
Di Rakornas, Bupati Bogor Minta Kementerian PUPR Bangun Jalur Puncak II
Biasa Satu Jam, Butuh Waktu 12 Jam dari Pintu Keluar Tol Ciawi ke Cianjur
Akhir Pekan Ini, Jalur Puncak Kembali Diberlakukan Sistem Satu Arah
Uji Coba Sistem 2-1 Tak Dilanjutkan, Jalur Puncak Kembali One Way
Besok, BPTJ Gelar Rapat Evaluasi Soal Sistem 2-1 Jalur Puncak

Topik berita Terkait:
  1. Jalur Puncak
  2. Kemacetan
  3. Bogor
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini