Hutan dan lahan dibabat, bayi orangutan di Kalteng tersesat di kebun sawit

Kamis, 12 Oktober 2017 21:00 Reporter : Nur Aditya
Bayi Orangutan Langkis. ©2017 BOS Foundation

Merdeka.com - Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, kembali berhasil menyelamatkan satu individu Orangutan (Pongo Pygmaeus) betina, setelah dipelihara warga selama 3 tahun terakhir.

Bayi orangutan berusia 3 tahun itu, dievakuasi dari rumah warga di Kuala Kurun, Kelurahan Tampang Tumbang, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas.

"Oleh yang memelihara, mereka hanya bilang awalnya menemukan bayi orangutan itu, dari areal kebun sawit. Warga mengaku tidak tahu nama perusahaannya," kata Juru Bicara Yayasan BOS Nyaru Menteng Monterado Fridman, Kamis (12/10).

"Itu adalah areal pembukaan lahan oleh salah satu perusahaan sawit, yang ada di Desa Teluk Nyatu. Itu masuk areal konsesi sebuah perusahaan sawit," ujar Monterado.

Dijelaskan Monterado, dari pemeriksaan awal, kesehatan bayi satwa langka itu, terlihat cukup baik. Meski demikian, nantinya akan tetap harus menjalani pemeriksaan lebih intensif.

"Dari hasil pemeriksaan awal, kesehatan orangutan ini tampak cukup sehat. Orangutan ini diberi nama Langkis," sebut Monterado.

Masuknya bayi Langkis ke dalam pusat rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, kembali menambah daftar orangutan, yang kini menjalani rehabilitasi di Nyaru Menteng.

"Dititipkan oleh BKSDA Kalteng ke kami, Langkis menjadi bayi orangutan ke-18, sepanjang tahun 2017 yang masuk ke pusat rehabilitasi Nyaru Menteng," terangnya.

Selama 3 tahun dipelihara oleh warga, pengasuh akhirnya sadar dan paham, bahwa memelihara orangutan, merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Hingga akhirnya, bayi orangutan yang terpisah dari induknya itu, kini dalam kondisi aman di Nyaru Menteng. [rzk]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.