Humphrey Djemat minta Syarikat Islam jadi mediator islah dengan kubu Rommy

Jumat, 10 Agustus 2018 17:48 Reporter : Rizky Andwika
Humphrey Djemat minta Syarikat Islam jadi mediator islah dengan kubu Rommy Djan Faridz mundur dari Ketum PPP Muktamar Jakarta. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat menyambangi kantor Syarikat Islam (SI) di Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8). Kedatangan Humphrey bertujuan untuk meminta SI menjadi mediator islah dengan PPP Muktamar Surabaya pimpinan Romahurmuziy.

"Kedatangan kita melaporkan secara resmi keinginan Syarikat Islam melakukan upaya mempersatukan PPP. Nanti, tentu ada kelanjutan dari pada pertemuan ini di mana 4 organisasi pendiri jadi mediator, nanti kita fasilitasi 4 mediator ini," kata Humphrey melalui keterangan tertulis, Jumat (10/8).

Usai Syarikat Islam, Humphrey menjelaskan bakal mendatangi Parmusi dan Perti. Tujuannya juga sama meminta untuk menjadi mediator islah. Sebelumnya, Humphrey didampingi sejumlah pengurus telah menyambangi NU.

"Kita sudah keliling kemarin ke NU sekarang ke sini (SI). Minggu depan kita atur pertemuan lagi itu Parmusi dan Perti ya. Kalau ada 4 ini kita anggap punya panggilan moral mempersatukan PPP. Ini yang kita anggap mediator punya kewibawaan karena mereka yang dirikan PPP. Nanti tinggal teknis aja karena kalau langsung-langsung, kan udah empat tahun nih enggak bisa teknisnya," katanya.

Dia mengakui masih ada ganjalan untuk menempuh islah dengan kubu Romahurmuziy. Maka dari itu, dia meminta bantuan mediasi. Dia juga berharap niatnya ini diterima oleh Romahurmuziy.

"Kalau PPP mau besar kedepannya ya dirangkulah. Buka pintu memang bagus tapi seperti apa buka pintunya. Nah ini kita enggak mau berpikir sendirian kita minta organisasi ini membantu kita. Saya rasa tujuan baik ini akan disambut baik pihak Pak Rommy," katanya.

Dalam kesempatan sama, Ketua Umum Syarikat Islam, Hamdan Zoelva mengatakan pihaknya merasa ikut bertanggung jawab untuk menyatukan PPP. Maka dari itu, SI menyambut baik permintaan itu.

"Sekecil apapun yang namanya perpecahan tidak baik untuk kebesaran partai politik. Oleh karena itu, saya nanti sama teman-teman akan meminta konsep apa yang dikehendaki masing-masing, apa yang dikehendaki Rommy cs, Humphrey CS nanti kita bicarakan di mana persamaannya kita fokuskan dan di mana perbedaannya nanti kita diskusikan," ujar mantan Ketua MK ini.

"Karena itu mungkin langkah selanjutnya kami akan saling kontak ketua organisasi ini, ketua NU, Parmusi dan Perti untuk berembuk bagaimana penyelesaian ini," sambungnya. [rzk]

Topik berita Terkait:
  1. Kisruh PPP
  2. PPP
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini