Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hubungan terlarang PNS Gowa dan teman homonya berujung maut

Hubungan terlarang PNS Gowa dan teman homonya berujung maut Ilustrasi Pembunuhan Sadis. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Wa (30), PNS Kesehatan yang bertugas di sebuah rumah sakit di Kabupaten Gowa, tak punya firasat buruk saat berangkat piket malam pada 27 Maret 2017 lalu. Dia bekerja seperti biasa, dan malam itu memang suami MAA (38), tidak berdinas.

Waktu piket usai. Selasa (28/3) pagi, Wa pulang ke rumahnya di perumahan Graha Surandar Blok E 2 No 3 Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Betapa kagetnya dia, mendapati suami tercinta yang baru dia nikahi sudah meregang nyawa dengan kondisi keluar dari di bagian kepala.

Sungguh kondisi yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Apalagi, sebelum kejadian tragis itu, malam harinya mereka masih sempat berkomunikasi.

"Luka yang ditemukan di kepala korban itu ukuran 3 x 3 cm dengan kedalaman 4 cm, tidak ditemukan luka lain. Mungkin saja, satu kali pukulan di kepala itu membuat korban langsung tidak berdaya," terang Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Darwis Akib.

Sebenarnya, dia mulai curiga setibanya di rumah pagar tidak terkunci. Selain menemukan suaminya tak bernyawa, mobil dan ponsel suaminya juga tidak ditemukan.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi dan melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu terlalu lama, pelaku langsung dibekuk pada Rabu pagi. Pelaku berjumlah dua orang ditangkap di Kabupaten Majene.

"Pelaku ini adalah teman korban yang datang ke rumah korban saat malam kejadian. Soal motif pembunuhannya, kita belum memastikan karena pelakunya belum tiba jadi belum diinterogasi," jelas Darwis.

pelaku pembunuhan pns di makassar

Setelah pemeriksaan keduanya berjalan, diketahui dua pelaku ternyata bukanlah sekadar teman biasa korban. K (28) dan Zul ternyata teman 'homo' korban. Korban dihabisi karena tak mau membayar setelah menyodomi dua pelaku yang berprofesi sebagai penjual ikan.

"Keduanya terpaksa membunuh korban dengan memukulkan martil di kepala korban lantaran mereka naik pitam gara-gara upahnya disodomi senilai Rp 5 juta belum juga dikasih," dijelaskan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani, dalam jumpa pers Kamis (30/3).

Keduanya menjadi pasangan homo korban sejak tahun 2016 silam. Biasanya, sebelum ketiganya berhubungan seks, MAA mencekoki teman sejenisnya itu dengan minuman keras tradisional yang disebut ballo hingga mereka mabuk.

Setelah itu, mulut dua pelaku dibekap korban sebelum dia melampiaskan napsunya. "Kedua pelaku yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual ikan ini berhubungan seks dengan korban sekaligus berdua atau istilahnya threesome. Korban ini kan orang kesehatan jadi kemungkinan K dan Zul ini dibius saat dibekap itu. Hingga akhirnya mereka berhubungan seks dalam kondisi fly," beber Dicky.

Pengakuan mengejutkan lainnya, pelaku mengaku bukan hanya mereka yang pernah disodomi korban. Totalnya mencapai lima orang, yakni Ambo alias Mail, Tutu, Nompo, Daeng Ngalle dan Irawan.

"Jadi MAA punya dua rumah. Satu di Kabupaten Gowa dan satu lagi di Kabupaten Takalar. Rumah yang di Gowa ini yang yang kerap dijadikan tempat eksekusi," ditambahkan Dirreskrimum Polda Sulsel, Kombes Polisi Erwin Zadma.

Cerita memilukan lainnya di balik kematian MAA, ternyata dia telah memiliki seorang istri yang baru dia nikahi 4 bulan lalu. Bahkan istrinya kini telah mengandung buah cinta mereka yang baru berusia dua bulan.

"Korban pembunuhan yang sekaligus pelaku sodomi ini itu biseksual. Bisa dengan perempuan, bisa dengan laki-laki," tutup Dicky Sondani seraya melanjutkan kasus ini akan terus dikembangkan dan diselidiki.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP