Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hubungan dengan Menteri Yasonna Tegang, Wali Kota Tangerang Redam Gejolak Warga

Hubungan dengan Menteri Yasonna Tegang, Wali Kota Tangerang Redam Gejolak Warga Yasonna Laoly. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Hubungan Menkum HAM Yasonna H Laoly dengan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah agak tegang setelah saling sindir terkait pembangunan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

Untuk meredam gejolak di masyarakat Tangerang, Arief meminta warganya untuk tenang. "Sudah jangan lagi mengecam Kemenkumham untuk meminta maaf. Sudahlah, mungkin saja memang bukan kita yang ramah. Tidak usah minta-minta (Menteri Yasonna) maaf begitu," ungkap Arief, Sabtu (13/7).

"Semua tenang tetap bersama dan sama-sama membangun Kota Tangerang lebih baik," tambah dia.

Arief pun meminta, untuk seluruh warga Kota Tangerang legowo dalam situasi ini. Tunjukkan warga Kota Tangerang yang berakhlak bagus.

"Memaafkan lebih dulu adalah sikap mulia. Sudah, kita saja yang legowo itu jauh lebih baik dari sikap apa pun," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan HAM meresmikan perguruan tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Dalam sambutannya, Menkum HAM Yasonna H Laoly meminta jajarannya untuk tidak mengurus izin yang berkaitan dengan pembangunan dua Poltek tersebut ke Pemkot Tangerang.

Yasonna bahkan menyebut Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah kurang ramah. Bahkan Arief dituding menghambat pembangunan di lahan milik Kemenkum HAM.

"Kepala BPSDM Hukum dan HAM supaya tidak mengurus izin-izin yang berkaitan dengan ini, karena Pak Wali Kota agak kurang ramah dengan Kemenkum HAM," kata Yasonna dalam pidato peresmian kampus tersebut, Rabu (10/7).

Sebagai informasi, Pemkot Tangerang sebelumnya mewacanakan kawasan milik Kemenkum HAM tersebut dijadikan tata ruang persawahan.

"Cari gara-gara. Nanti kita bicara ke Menteri ATR untuk profesional saja, tapi kita bisa duduk bersama apapun masalahnya," tegas Yasonna.

Diungkapkan Yasonna, pembangunan dua Politeknik tersebut dapat memberi dampak positif bagi peningkatan Sumber daya keimigrasian dan lembaga pemasyarakatan.

Diungkapkan Yasonna, pembangunan infrastruktur dua Politeknik itu berjalan secara bertahap. "Ini pembangunan tahap pertama. Dalam waktu dekat juga PUPR akan membangun asrama," kata dia.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP