Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hj Najemiah pernah pamer Dimas Kanjeng berfoto bareng Jokowi

Hj Najemiah pernah pamer Dimas Kanjeng berfoto bareng Jokowi Pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Andi Mahir (60), warga kompleks perumahan Dosen Unhas, Jalan Sunu Blok E No 10, Kecamatan Tallo, Makassar, dikenal sebagai sahabat almarhum Hajjah Najemiah, salah seorang pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Mereka bersahabat sejak tahun 1980-an, saat sama-sama berdagang meubel.

Mahir enggan menikuti Najemiah menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, meski dapat iming-iming uang berlimpah. Dia merasa sama sekali tidak tertarik jadi santri karena menggandakan uang dilakukan Dimas Kanjeng tidak masuk akal. Meski kegiatan Najemiah berbalut kegiatan agama seperti pengajian tiap malam Jumat itu, dirinya tetap tidak tergiur.

Ibu berjilbab ini ditemui di teras kediaman Najemiah di tengah kesibukan kepolisian Polda Sulawesi Selatan dipimpin Kapolda Sulsel,Irjen Anton Charliyan lakukan penggeledahan.

Mahir kembali menceritakan tentang pertemanannya sejak lama itu. Bersama Najemiah, dulunya dia bisnis meubel. Dalam perjalanannya, Najemiah kemudian beralih jadi makelar tanah.

"Ibu Najemiah beralih jadi makelar tanah dan saya sendiri tetap melanjutkan bisnis meubel karena dilarang sama suami saya ikut-ikutan jadi makelar tanah," tutur Andi Mahir.

Dua tahun lalu, kata Andi Mahir, dia diajak Najemiah untuk jadi santri Dimas Kanjeng. Cukup dengan menyetor uang pendaftaran sebesar Rp 1,8 juta. Dan uang pendaftaran itu katanya akan berlipat ganda menjadi 100 kali lipat yang akan diberikan secara bertahap.

Andi Mahir sempat terpanggil saat dibujuk untuk bergabung. Najemiah kemudian masih berusaha meyakinkannya dengan mengajak ke rumahnya. Dari kamar, Najemiah menunjukkan foto-foto Dimas Kanjeng Pribadi bersama Presiden Jokowi. Bahkan dari dalam kamar juga menyeruak aroma dupa.

"Dupa-dupa itu tidak masuk akal bagi saya. Tambah tidak percaya lagi saat Najemiah kembali menjelaskan soal penggandaan uang. Saya cerita ke suami, suami marah dan melarang saya bergabung jadi santri," tuturnya.

Ditambahkan, seingatnya Dimas Kanjeng itu pernah datang ke rumah Najemiah. Penyambutannya meriah dan dihadiri banyak orang. Bahkan kedatangannya dikawal polisi.

"Saya tidak masuk ke rumah ibu Najemiah kala itu karena saya bukan santri. Hanya santri yang boleh masuk. Tidak lama setelah Dimas Kanjeng datang, ibu Najemiah meninggal dunia. Mungkin karena jantung karena tiap mau lebaran, ratusan orang selalu datang ke rumah ibu Najemiah menagih uangnya. Ibu Najemiah ini sudah dibodoh-bodohi sama Dimas Kanjeng itu," terang Andi Mahir. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP