Hindari Tes Swab di Jembatan Suramadu, 98 Warga Rela Tinggalkan Dokumen Penting

Kamis, 10 Juni 2021 16:49 Reporter : Erwin Yohanes
Hindari Tes Swab di Jembatan Suramadu, 98 Warga Rela Tinggalkan Dokumen Penting Pengendara dites antigen di Jembatan Suramadu. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 98 orang yang hendak masuk ke Surabaya dari arah Madura, melalui pintu Jembatan Suramadu, menghindar dari kewajiban tes swab. Mereka memilih kabur meski sudah meninggalkan kartu identitas atau dokumen penting lainnya.

Kaburnya 98 orang pelaku perjalanan dari Madura ini dibenarkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto. "Mulai hari Senin (7/6) sampai Rabu (9/6), itu ada sekitar 98 KTP," katanya, Kamis (10/6).

Selain KTP, Satgas Covid-19 Surabaya juga menyita SIM dan STNK. Dokumen itu sebelumnya mereka serahkan kepada petugas untuk registrasi tes swab di pos penyekatan.

"KTP kan diminta Linmas dan Satpol PP untuk diajukan ke meja pendaftaran (tes swab). Mereka diminta ke meja pendaftaran dan memarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah ditentukan. Ketika dipanggil, mereka tidak ada. Kami menduga mereka menghindari itu dan naik kendaraan lain," jelas Eddy.

Rencananya, KTP, SIM, dan STNK itu tetap akan dikembalikan kepada pemiliknya. Namun, warga yang hendak mengambil dokumen itu diwajibkan menunjukkan hasil tes usap negatif di Kantor Satpol PP Kota Surabaya.

Satpol PP juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait sehingga dokumen itu tidak bisa dilaporkan hilang. "KTP yang Surabaya, kami sudah berkirim surat ke Dispendukcapil untuk dilakukan pemblokiran. Artinya, apabila mengajukan pergantian KTP dengan alasan hilang, tidak dilayani. Sebab, KTP-nya di Satpol PP, mereka bisa ambil di Satpol PP dengan menunjukkan hasil swab negatif," jelasnya.

Terkait kartu identitas pelaku perjalanan dari luar Surabaya, kata Eddy, pihaknya akan berkirim surat ke Dispendukcapil masing-masing daerah.

"Nah, yang untuk luar kota, seperti Bangkalan, Sampang, hingga Jember, kita akan berkirim surat ke masing-masing daerah. Sehingga nama-nama tersebut ketika mengajukan pergantian dokumen KTP dengan alasan hilang supaya tidak dilayani," tuturnya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini