Hina Presiden dan Kapolri, Farhan dihukum 1 tahun 6 bulan penjara

Selasa, 16 Januari 2018 15:34 Reporter : Yan Muhardiansyah
Hina Presiden dan Kapolri, Farhan dihukum 1 tahun 6 bulan penjara Farhan divonis 1 tahun 6 bulan. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menghukum M Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 1 bulan kurungan. Pemuda ini dinyatakan terbukti bersalah mendistribusikan informasi yang menghina Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Facebook.

Farhan dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 27 ayat (3) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Mengadili, menyatakan terdakwa M Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah telah terbukti secara sah dan meyakinkan tanpa hak membuat dan mendistribusikan informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik," kata Wahyu Prasetyo Wibowo, ketua majelis hakim yang mengadili perkara itu.

Seusai mendengar putusan majelis hakim, Farhan langsung menyatakan menerima, begitu pula Jaksa Penuntut Umum (JPU), Raskita JF Surbakti.

"Saya terima Yang Mulia," ucap Farhan.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim memang lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU meminta agar Farhan dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Perkara ini berawal dari aktivitas Farhan di media sosial. Dia memposting meme dengan gambar Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Facebook dan Twitter. Seorang anggota polisi kemudian melaporkan postingan yang dianggap menghina itu ke Mapolrestabes Medan.

Pada 9 Agustus 2017, Farhan pun dibekuk di rumah orang tuanya, Jalan Bono, Glugur Darat I, Medan Timur. Dari kamar pemuda putus sekolah itu disita barang bukti yang digunakan Farhan untuk mengedit foto dan membuat postingan di Facebook.

Di persidangan, Farhan mengaku nekat membuat postingan itu karena kesal dengan kebijakan pemerintah. Harga-harga naik, pengangguran tinggi, dan pangan diimpor. [ian]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini