Hina Kapolda Papua di Media Sosial, 2 Aktivis KNPB Ditangkap

Jumat, 29 Mei 2020 12:18 Reporter : Henny Rachma Sari
Hina Kapolda Papua di Media Sosial, 2 Aktivis KNPB Ditangkap Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Mimika menangkap dua aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) karena menghina Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di akun media sosial facebook miliknya. Salah satu yang ditangkap inisial ST, adalah humas KNPB.

"Sudah kami amankan, ada dua orang. Satunya merupakan humas KNPB," kata Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata di Timika, Papua, Jumat (29/5).

Dalam postingan akun facebook milik 'Wendanax Nggembu' pada 24 Mei 2020, ST menuding Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw sebagai pelaku pembunuhan terhadap dua mahasiswa Papua di Timika serta dua tenaga medis Puskesmas Wandai, Distrik Homeo, Kabupaten Intan Jaya.

Kapolres Mimika mengimbau warga setempat untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam memanfaatkan media sosial.

Informasi yang disampaikan melalui media sosial, katanya, hendaknya yang bersifat akurat, bukan bersifat menghina atau menjelek-jelekan seseorang, ataupun institusi.

Tersangka ST bersama seorang rekannya diamankan oleh aparat di wilayah Distrik Kuala Kencana.

Saat hendak diamankan, ST sempat mencoba melawan petugas dan hendak melarikan diri.

Lantaran itu, aparat melumpuhkan yang bersangkutan dengan menembakkan timah panas pada kaki kanannya.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP M Burhanudin Yusuf Hanafi mengatakan saat ini ST sedang menjalani perawatan untuk mengobati luka pada kakinya.

Yang bersangkutan diancam dengan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 36 jo Pasal 51 ayat (2) dan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 54 a ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, dua petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Wandai, Intan Jaya, yaitu Almalek Bagau dan Eunico Somou, ditembak gerombolan bersenjata saat hendak mengantar obat-obatan terkait penanganan Covid-19 pada Jumat (22/5).

"Jangan karena berasumsi, seakan-akan itu petugas TNI-Polri, lalu mereka melakukan pembantaian dan kekerasan. Mereka membawa HT untuk bisa menghubungi Posko Covid-19 mengingat di daerah itu tidak ada sinyal telefon seluler. Itu makanya saya katakan biadab karena mereka main hantam saja," ujar Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.

Ia menegaskan, kelompok bersenjata yang ada di Papua tak hanya meneror aparat keamanan, melainkan juga warga sipil.

"Kalau mereka mau berhadapan dengan aparat TNI dan Polri, itu urusan mereka. Tapi jangan membantai petugas kemanusiaan yang seharusnya dibantu. Mereka seharusnya berterima kasih kepada petugas-petugas kemanusiaan itu," ujar dia.

Somou akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak sementara Bagau telah dipindahkan ke RSUD Nabire setelah sebelumnya sempat dirawat di Pastoran Wandai.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel CPL Eko Daryanto, dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu menyebut kedua korban masuk dalam Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya yang ditugaskan Dinas Kesehatan setempat melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar wilayah Distrik Homeyo tentang bahaya Covid-19.

Atas kejadian itu, tentara dan polisi memberikan penekanan kepada seluruh jajaran satuan di wilayah agar meningkatkan kewaspadaan. Kondisi keamanan Kampung Wandai, Distrik Homeo, menurut Daryanto, sudah dapat dikendalikan tentara dan polisi di wilayah itu. Seperti diberitakan Antara. [rhm]

Baca juga:
Kasus Pencemaran Nama Baik Anggota DPR, Polisi Periksa Sekda Agam
Buruh Serabutan Ditangkap usai Samakan Polisi dengan Binatang
Kasus Latuconsina, Polda Metro Segera Panggil Pelapor Andre Taulany & Rina Nose
Plesetkan Marga Latuconsina, Andre Taulany dan Rina Nose Dilaporkan ke Polisi
Dugaan Pencemaran Nama Baik Luhut, Perekam Wawancara Said Didu Dipanggil Polisi
Diperiksa Penyidik Bareskrim 12 Jam, Said Didu Jelaskan Maksud Perkataannya soal Luhu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini