Hentikan Impor, Jabar Siap Produksi Massal Rapid Tes 2.0 Bulan Juli

Sabtu, 13 Juni 2020 01:30 Reporter : Aksara Bebey
Hentikan Impor, Jabar Siap Produksi Massal Rapid Tes 2.0 Bulan Juli Tes Swab di Desa Samida. Instagram Ridwan Kamil ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memproduksi rapid tes 2.0 buatan lokal secara massal pada Juli 2020. Hal ini merupakan upaya untuk menekan pengadaan impor dari luar negeri.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, alat rapid tes yang akan diproduksi massal ini merupakan hasil kerjasama dari Unpad dan ITB. Ia mengklaim akurasinya lebih baik daripada alat rapid tes buatan China yang selama ini digunakan.

"Akan diproduksi massal mendekati 100 ribu alat di Juli. Nah, di Juni ini sudah ada, tapi terbatas 5.000 unit. Yang stok untuk Juni akan digunakan kepada orang yang reaktif atau PCR-nya positif," katanya di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (12/6).

"Nanti massal di bulan Juli, bisa dijual murah. Warga yang butuh surat keterangan sehat bisa menggunakan tes pcr 2.0. Akurasinya 80 persen. (Alat rapid tes) yang dari Tiongkok mengecek antibodi ketika ada benda asing yang ada di dalam tubuh. Itu bukan berarti covid. Yang Rapid tes 2.0 buatan kita ini mengukur antigen. Proteinnya Covid-19. Akurasinya tinggi," ia melanjutkan.

Selain itu, ia menyebut sudah menyiapkan Laboratorium Mobile Bio Safety Level 3 (BSL3) dari PT Bio Farma (Persero) kepada Universitas Padjajaran (Unpad). Layanan dari alat ini diharapkan dapat merealisasikan target 300.000 tes Covid-19 di Jabar.

Pengetesan Covid-19 intens dilakukan baik rapid test maupun swab test dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR). BSL3 bergerak pertama di Indonesia itu mampu mengetes 400 spesimen per hari.

"Dengan hadirnya mobil lab BSL3 ini testing ratio Jawa Barat akan meningkat pesat dan kami akan mengejar zona-zona merah, zona-zona hitam yang sekarang ada di level desa-desa manajemennya," imbuhnya.

Ridwan Kamil berencana membuat mobil lab sejenis untuk menjangkau daerah di Jabar. Harga satu mobil lab tersebut berkisar Rp6-7 miliar.

1 dari 1 halaman

Stop Impor Alat Tes Covid-19

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo bertemu dengan Ridwan Kamil. Ia menyampaikan apresiasi yang dianggap bisa melakukan penanganan dan penanggulangan covid-19 di Jabar. Terlebih, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah berhasil membuat alat tes Covid-19 secara mandiri.

"Anak-anak bangsa kita mampu memproduksi rapid tes yang selama ini untuk mendeteksi virus Covid-19. Jabar juga sudah mulai memproduksi secara mandiri. Tentu ini menggembirakan," terangnya.

"Kami mengapresiasi langkah dari Kang Emil (Ridwan Kamil). Mudah mudahan bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk stop impor dari daerah lain. Kita tidak kalah. Akurasinya sama, bahkan lebih baik," ia melanjutkan.

Hal ini pun harus menjadi catatan bagi pemerintah pusat untuk memperhatikan daerah lain yang dianggap belum maksimal mengendalikan Covid-19.

"Mendorong pemerintah pusat memperhatikan daerah lain yang belum bisa mengendalikan Covid-19. Bentuknya RS portabel. RS darurat penting," pungkas politikus Golkar itu. [fik]

Baca juga:
Kota Bekasi Sudah Habiskan 27 Ribu Rapid Test
Sambut New Normal, Bandara Solo Siapkan Ruang Rapid Test
Proaktif Tangani Warga Terjangkit, Desa Samida Jadi Contoh Atasi Covid-19 Skala Mikro
Bima Arya Minta Pegawai RS di Bogor Dirapid Test dan Swab
Bupati Bogor akan Tutup Pasar Cileungsi Jika Pedagang Kembali Menolak Rapid Test

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini