Heli TNI jatuh di Kaltara, keluarga terima kabar Sertu Bayu tewas

Senin, 28 November 2016 15:08 Reporter : Abdullah Sani
Heli TNI jatuh di Kaltara, keluarga terima kabar Sertu Bayu tewas Sertu Bayu Sadela. ©2016 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Helikopter milik TNI AD yang dilaporkan hilang di Malinau, Kalimantan Utara akhirnya ditemukan tim SAR, Minggu (28/11) kemarin. Bangkai heli Bell 412 EP nomor registrasi HA 5166 ditemukan di wilayah pegunungan.

Sersan Satu Bayu Sadela, merupakan salah satu kru heli nahas tersebut merupakan anggota Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) asal Kotamadya Dumai Provinsi Riau. Kediaman keluarga Sertu Bayu berada di kecamatan Dumai Kota.

"Sebelum meninggal, almarhum Bayu berpesan kepada istrinya, apabila terjadi apa-apa di dalam bertugas agar jenazahnya dipulangkan ke Dumai," ‎ujar Adi Rahman, tetangga Bayu saat dihubungi merdeka.com, Senin (28/11) pagi.

Saat ini, istri Bayu berada di Jakarta karena Bayu ditugaskan di sana. Sang istri baru mengabarkan berita duka tentang Bayu kepada orangtuanya pada Minggu (27/11) malam.

"Tadi malam sudah mulai ngaji (yasinan), mungkin hari ini kami ngaji juga sampai jenazah sampai," kata Adi terbata-bata.

Awalnya Adi tak menyangka kabar duka tentang sahabatnya Sertu Bayu. Sebab, sejak masih kecil hingga lulus sekolah Adi senantiasa main bareng dengan Bayu. Namun setelah Bayu lulus Akademi Angkatan Darat, keduanya jarang bertemu meski saling komunikasi.

‎"Kita sifatnya menunggu apa yang menjadi arahan TNI, karena kita mendapat kabar terakhir dari komandannya, ada satu anggota yang selamat. Sedangkan 4 lainnya tidak, termasuk Bayu," kata Adi.

Sejak kecil, Sertu Bayu adalah dibesarkan di Dumai. Dia baru meninggalkan kota itu setelah mendaftarkan diri untuk menjadi anggota TNI.

"Sejak Sekolah Dasar hingga SMK, Bayu berada di Dumai. Masuk TNI di Riau, kemudian ditugaskan ke Jakarta di Pondok Cabe. Ada kesatuan Penerbad dia di situ. Sekitar 3 bulan lalu ini, almarhum (Bayu) pindah ke Tarakan, Kalimantan Utara," kata Adi Rahman kepada merdeka.com melalui selulernya Senin (28/11).

Adi merupakan teman Bayu, rumah mereka saling berhadapan. Mereka berteman sejak sebelum masuk sekolah. Menurut Adi, Bayu meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Anak pertamanya masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak berusia 6 tahun. Sedangkan anak kedua masih bayi berusia 3 bulan.

"Sebelum ditugaskan ke Tarakan sekitar 3 bulan lalu, Bayu tinggal di Jakarta bersama istrinya. Nah, seminggu setelah anak keduanya itu lahir, Bayu ditugaskan ke Kalimantan Utara," kata Adi terbata-bata.

Sertu Bayu merupakan anak kelima dari 9 bersaudara. Adiknya lebih banyak perempuan, sebagian masih sekolah sebagian lagi sudah lulus sekolah. Di lingkungan tetangganya, Bayu dikenal baik, ramah dan sopan. Dia juga dikenal sebagai prajurit yang suka membantu orangtuanya dan keuarga.

"Bisa dibilang, hampir satu kecamatan ini ‎masyarakat kenal dengan Bayu. Setelah dengar kabar heli jatuh, semua warga sedih. Apalagi keluarganya," kata Adi, yang berprofesi sebagai pengacara di Riau.

Tiga personel Kodim Dumai juga sempat mendatangi kediaman Bayu untuk memastikan upacara pemakaman terhadap lulusan Pusat Pendidikan Penerbangan Semarang angkatan tahun 2008 dilakukan secara militer atau biasa. Namun, keluarga menyerahkan sepenuhnya prosesi pemakaman kepada TNI. [tyo]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini