Hasil Tes DNA Korban Mutilasi di Malaysia Dipastikan Bos Tekstil Asal Bandung

Kamis, 14 Februari 2019 13:57 Reporter : Merdeka
Hasil Tes DNA Korban Mutilasi di Malaysia Dipastikan Bos Tekstil Asal Bandung Garis polisi. Liputan6

Merdeka.com - Polri dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) memastikan potongan tubuh korban mutilasi di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia adalah Ujang Nuryanto (37). Kepastian identitas bos tekstil asal Bandung itu diketahui melalui pemeriksaan sidik jari.

"Sidik jari jempol kiri setelah diidentifikasi kemudian ada sidik jari pembanding diketemukan ada 12 titik kesamaan. Sangat akurat menunjukkan korban yang meninggal dunia atas nama Nuryanto," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Kamis (14/2).

Dedi mengatakan, temuan potongan tubuh tersebut telah diidentifikasi dan disingkronkan dengan bukti-bukti riwayat Nuryanto dari pihak keluarga. PDRM mengonfirmasi bahwa identifikasi yang dilakukan tim Inafis Polri sama dengan potongan jasad yang ditemukan di Malaysia.

Nuryanto yang merupakan bos tekstil asal Bandung itu dikabarkan hilang saat tengah berada di Malaysia bersama staf pribadinya, Ai Munawaroh. Diduga keduanya menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi setelah polisi Malaysia menemukan tiga kantong berisi potongan tubuh.

Namun polisi belum berhasil mengidentifikasi potongan tubuh wanita yang diduga sebagai jasad Ai Munawaroh. Polisi tidak menemukan potongan tangan dan kepala pada jasad tersebut.

Polisi pun akan mengidentifikasi melalui sampel DNA. Sampel DNA itu akan diambil dari ayah kandung Ai Munawaroh kemudian dibawa ke Malaysia untuk dicocokkan dengan jasad yang ditemukan.

"Khusus untuk saudari Ai Munawaroh nanti akan melalui proses pembuktian DNA. Saat ini kami sudah kirim DNA ayah biologis untuk pembuktian DNA," tutur Dedi.

Saat ini, PDRM sudah mengamankan dua warga negara Pakistan diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut. Namun, otoritas Malaysia belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus tersebut.

Untuk diketahui, Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia akan mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia.

Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga di Indonesia putus komunikasi dengan Nuryanto. Padahal seharusnya dia dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 23 Januari 2019.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat. Polda Jawa Barat lalu berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia dan mendapatkan informasi bahwa otoritas setempat menemukan tiga kantong berisi potongan tubuh pada 26 Januari 2019.

Potongan tubuh yang ditemukan di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia itu diduga kuat sebagai jasad Nuryanto dan Ai Munawaroh.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini