Harta karun keramik dinasti Ming belum bisa ditaksir nilainya

Rabu, 8 Januari 2014 20:45 Reporter : Hery H Winarno
Harta karun keramik dinasti Ming belum bisa ditaksir nilainya Harta Karun Cirebon. ©2012thedailymail.com

Merdeka.com - KRI Teluk Gilimanuk-531 dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) menangkap kapal ikan KM Trianis di perairan Mapur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang membawa harta karun berupa keramik dari dinasti Ming. Namun nilai harta karun itu belum bisa ditaksir.

"Kami belum bisa menaksir berapa nilainya, semakin tinggi tahunnya tentu semakin bernilai," kata Kepala Dinas Penerangan Lantamal IV Tanjung Pinang, Mayor Laut (P) Josdy Damopolii di Tanjung Pinang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (8/1).

Menurut Josdy, harta karun yang diduga berasal dari peninggalan Dinasti Ming itu diambil dari dasar laut perairan Mapur secara ilegal dan diperkirakan masih ada kapal ikan lain yang berhasil melarikan diri saat penangkapan.

"Pasukan di lapangan saat ini masih melakukan pengembangan, memang diduga ada kapal lain yang menjadi tempat transfer harta karun itu setelah diangkat dari dasar laut," kata Josdy.

KRI Teluk Gilimanuk-531 yang dikomandoi Mayor Laut (P) Erry Pratama Yoga berhasil menangkap kapal ikan berbendera Indonesia dengan bobot 82 GT saat membawa 546 buah keramik berbagai jenis yang diduga diangkat dari dasar laut secara ilegal.

Dari kapal ikan yang dinahkodai Salman Lubis dengan delapan orang anak buah kapal (ABK) serta lima orang penumpang itu juga diamankan barang bukti lain berupa peralatan selam, di antaranya kompresor, kacamata selam, baju selam dan selang oksigen sepanjang 300 meter.

"Nakhoda dan ABK beserta barang bukti ratusan keping keramik sudah dibawa ke Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang dengan dikawal KRI Teluk Gilimanuk-531," ujar Josdy. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini