Hari Ini Puluhan TKA China Berlabuh di Kabupaten Bintan

Selasa, 31 Maret 2020 22:51 Reporter : Fikri Faqih
Hari Ini Puluhan TKA China Berlabuh di Kabupaten Bintan Wisata di Kota Terlarang Tutup. ©2020 AFP PHOTO/REG BAKER

Merdeka.com - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin membenarkan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Mereka masuk melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

"Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan," katanya di Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (31/3).

Dia mengatakan seluruh TKA tersebut telah menjalani pengecekan suhu tubuh, dan tidak ada yang menunjukkan gejala Covid-19.

"Mereka juga dilengkapi surat keterangan sehat dari negaranya," terangnya.

Dari laporan yang diterima pihaknya, Agus menjelaskan, para TKA itu akan menuju ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). Tapi belum dapat dipastikan apakah untuk keperluan bekerja ataupun yang lainnya.

"Saya tidak tahu pasti, silahkan konfirmasi ke PT BAI atau Disnaker Bintan," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bintan, Indra Hidayat menyebut sudah menerima informasi mengenai kedatangan puluhan TKA asal China itu.

Pihaknya bersama tim terpadu yang meliputi Disnaker Bintan, Disnaker Provinsi Kepri, Polres, Dinas Kesehatan, Imigrasi Tanjungpinang, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), akan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kerja asing tersebut.

"InsyaAllah, besok kami akan turun pemeriksaan ke PT BAI," tutupnya.

1 dari 2 halaman

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara semua kunjungan dan transit Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia. Kebijakan ini demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

"Presiden sudah memutuskan bahwa kebijakan yang ada selama ini perlu diperkuat. Dan telah diputuskan bahwa semua kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan hentikan," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai rapat bersama Jokowi, Selasa (31/3).

Retno menjelaskan, larangan masuk ini memiliki beberapa pengecualian. Mereka yang masih diperbolehkan masuk antara lain, pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas dan Kartu Izin Tinggal Tetap. Kemudian, pemegang izin tinggal diplomatik, serta pemegang izin tinggal dinas.

"Dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan yang tepat dan yang berlaku. Tetapi secara umum maka semua kunjungan dan transit negara asing ke wilayah Indonesia sementara akan dihentikan," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Menurut dia, kebijakan ini akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) yang baru. Detail terkait kebijakan ini akan disampaikan kemudian.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar aturan yang mengatur perlintasan Warga Negara Asing (WNA) masuk ke Indonesia dievaluasi secara berkala. Hal ini demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) ke Indonesia.

"Saya minta kebijakan yang mengatur perlintasan WNA ke Indonesia dievaluasi secara reguler secara berkala untuk antisipasi pergerakan Covid-19 dari berbagai negara yang ada di dunia," ujar Jokowi dalam rapat terbatas melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Selasa (31/3).

Menurut dia, saat ini lebih dari 202 negara menghadapi tantangan virus corona. Epicentrum atau penyebaran virus ini pun telah bergeser dari China ke Amerika Serikat dan Eropa.

Amerika Serikat menjadi yang tertinggi dengan 161.088 kasus virus corona dan diikuti Italia 101.739 kasus, Spanyol 87.956 kasus. Sementara itu, China yang menjadi negara ditemukannya virus corona memiliki 81.470 kasus.

Untuk itu, Jokowi menekankan perlunya kebijakan perlintasan WNA ke Indonesia diperkuat. Pasalnya, sejumlah negara menghadapi kasus penyebaran virus corona yang disebabkan imported case atau terinfeksi dari luar negeri. [fik]

Baca juga:
Ombudsman Sebut Ketidakjelasan Informasi Soal 49 WN China di Kendari Buat Resah
Menko Luhut soal Kedatangan 49 TKA China ke Kendari: Mereka Semua Legal
Demokrat Duga 49 WN China di Kendari Masuk Ilegal Dibekingi Oknum
Selain di Karantina, Dokumen Kerja 49 Warga China di Kendari Harus Dicek Ulang
Polemik WN China di Kendari Sampai Kapolda Sultra Minta Maaf

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini