Gejolak harga-harga pangan pada periode natal dan tahun baru, seperti sudah biasa terjadi. Meski tahun ini kenaikan harga juga dipengaruhi gangguan pasokan karena kondisi cuaca dan gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat.
Seperti diakui Haen (34), pria penjual buah-buahan di pasar Bukit, Pamulang, mengaku mulai mengurangi jumlah pasokan buah untuk dijual. Karena kenaikan harga, penjualan buah di lapak usahanya tidak seramai sebelum terjadinya kenaikan harga.
"Sama buah-buahan juga sudah naik sejak seminggu ini," ungkap pria asal Pemalang, ditemui Jumat (9/12).
Dia menyebutkan, kenaikan harga buah terjadi pada jenis jeruk peras, anggur, alpukat, melon, jeruk medan dan lainnya.
"Jeruk peras itu naik jadi Rp15 ribu, biasanya Rp12 ribu, mangga harum manis dari Rp18 ribu sebelumnya Rp15 ribu, alpukat juga naik dari Rp18 jadi Rp28 ribu," ujar dia.
Advertisement
Harga Sayur Mayur Naik
Kenaikan harga sayur-mayur juga terjadi di pasar Bukit, Hanif, penjual lainnya menjelaskan kalau kenaikan harga jelang natal dan tahun baru adalah hal biasa. Penjualannya pada periode ini juga masih positif.
"Kalau penjualan normal, saya banyak pesanan rutin pelanggan. Biasanya yang punya usaha warung makan, katering, itu pelanggan-pelanggan saya, jadi tetap stabil, meski naik," ujar dia.
Dia menjelaskan, untuk saat ini harga tomat adalah jenis sayur-mayur yang harganya mengalami kenaikan signifikan mencapai 100 persen dari harga sebelumnya.
"Tomat sekarang sudah Rp20 ribu, tadinya cuma Rp10 ribu per kilo," kata dia.
Untuk komoditas pertanian lain, adalah jenis cabai-cabaian, kol, kentang, wortel dan lainnya dengan kenaikan harga bervariasi antara 20-30 persen.
"Untuk cabai rawit merah mencapai Rp60 ribu per kilogram sebelumnya cuma Rp40 ribu, sama juga cabai rawit hijau mencapai Rp50 per kilogram dari sebelumnya harga normal hanya Rp30 ribu per kilo," kata dia.