Hakim Heran Sosok ART Ferdy Sambo Terekam CCTV Mondar Mandir saat Brigadir J Tewas

Kamis, 1 Desember 2022 23:58 Reporter : Bachtiarudin Alam
Hakim Heran Sosok ART Ferdy Sambo Terekam CCTV Mondar Mandir saat Brigadir J Tewas Sosok ART Ferdy Sambo Terekam CCTV Mondar Mandir saat Brigadir J Tewas. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Hakim Ketua Ahmad Suhel heran dengan sosok asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo bernama, Diryanto alias Kodir yang terekam CCTV di sekitar rumah dinas saat insiden penembakan Brigadir J. Sosok Kodir yang terekam dari kamera CCTV terlihat memakai baju kaos berwarna biru menjadi perhatian majelis hakim ketika jaksa penuntut umum (JPU) memutarkan barang bukti rekaman CCTV.

"Ini siapa, tahu?," tanya Hakim Suhel saat sidang perkara dugaan obstruction of justice Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (1/12).

"Kodir yang saksi kita hadirkan," ujar salah satu jaksa penuntut umum (JPU).

Kodir terlihat bolak balik dari arah depan maupun belakang kamera CCTV sejak rombongan Putri Candrawathi tiba di rumah dinas dengan mobil Toyota Alphard hitam.

Hingga Ferdy Sambo datang dengan Mobil Land Cruiser hitam, Kodir sempat terekam ada di luar pagar dan seperti melihat ke dalam dengan seorang pria di depan.

Gerak-gerik Kodir juga terlihat saat detik-detik Brigadir J tewas pada 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 hingga 17.12 WIB. Sampai, rombongan Putri kembali naik mobil Alphard Hitam meninggalkan rumah dinas.

Dia terlihat berlari untuk ke arah jalan dari kamera CCTV untuk membuka gerbang hitam di ujung jalan yang menghubungkan dengan akses rumah pribadi, Jalan Saguling.

"Itu si Kodir masuk itu? Waktu memberikan keterangan saksi dia di luar saja, jam 8 (20.00) baru dia masuk," ucap Hakim Suhel.

2 dari 3 halaman

Hakim pun menyayangkan rekaman CCTV itu tidak diputar jaksa saat pemeriksaan Kodir. Sebab, Kodir diyakini tak bisa berdalih posisi sebenarnya saat peristiwa penembakan terjadi.

"Mestinya ini pada waktu pemeriksaan kodir diperlihatkan, ini kan ada bukti. Kalau seandainya bukti itu sudah ada di sini kan dia bisa diperlihatkan, lihat itu," kata Hakim Suhel.

Rekaman video ini diputar JPU saat persidangan kasus obstruction of justice dengan terdakwa yakni Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria Adi Purnama. Rekaman itu diputar saat mengonfirmasi keterangan dari ahli Puslabfor Polri, Hery Priyanto.

3 dari 3 halaman

Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa total tujuh orang yakni Ferdy Sambo, Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Arif Rahman, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto atas perkara dugaan tindakan obstruction of justice atas kematian Brigadir J.

Tujuh terdakwa dalam kasus ini dijerat Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Mereka disebut jaksa terlibat menuruti perintah Ferdy Sambo yang kala itu menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri untuk menghapus CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) lokasi Brigadir J tewas.

"Dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindak apapun yang berakibat terganggunya sistem elektronik dan atau mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya," demikian dakwaan JPU.

Atas tindakan itu, mereka didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke 2 dan 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

[ray]

Baca juga:
Respons Kubu Ferdy Sambo soal Perempuan Cantik Menangis di Rumah Bangka
Saksi Pastikan AKP Irfan Laksanakan Perintah Sah, Amankan CCTV Komplek Polri
Kubu Brigadir J Beberkan Perempuan di Rumah Sambo: Ada si Cantik Berseragam Cokelat
Hendra Kurniawan Akui Perintahkan Anak Buah Amankan CCTV TKP Pembunuhan Brigadir J

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini