Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Habitat ular Mamuju diduga terusik pembangunan hingga mangsa manusia

Habitat ular Mamuju diduga terusik pembangunan hingga mangsa manusia Ular piton mati setelah makan landak. ©AFP PHOTO/Lake Eland Game

Merdeka.com - Masyarakat menduga habitat ular yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah terusik oleh pembangunan. Sehingga hal ini menyebabkan ular hidup liar dan kemudian memangsa manusia.

"Kejadian di Desa Salubiro Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju Tengah, yakni ular memangsa manusia, diduga karena habitatnya terusik," kata tokoh pemuda di Kecamatan Korossa Muhammad Edi di Mamuju, seperti dilansir Antara, Sabtu (1/4).

Ia mengatakan, proyek pembangunan berupa percetakan sawah dan pembukaan areal perkebunan di Kecamatan Korossa, membuat habitat ular di hutan terusik. Sehingga ular keluar dan hidup liar di alam bebas.

"Ular keluar karena habitatnya berubah menjadi sawah baru dan areal perkebunan, sehingga ular menjadi liar dan memangsa manusia," jelasnya.

Menurut dia, masyarakat di Kecamatan Korossa yang daerahnya banyak memiliki hutan rawa, sudah seringkali melihat ular Phyton dan membunuhnya, karena jumlahnya begitu banyak di daerahnya.

"Masyarakat sudah seringkali membunuh ular besar, namun nasib naas bagi Akbar yang menjadi korban di Desa Salubiro yang tidak bisa membunuhnya justru menjadi korban," ujarnya.

Ia mengatakan, Akbar yang memanen sawit tidak bisa melawan ular yang panjangnya empat meter karena seorang diri.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP