Guyubnya Tradisi Megibung di Bali, Warga Makan Bersama dalam Satu Wadah

Kamis, 16 Mei 2019 03:14 Reporter : Moh. Kadafi
Guyubnya Tradisi Megibung di Bali, Warga Makan Bersama dalam Satu Wadah Tradisi Megibung di Bali. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Para jemaah kembali melakukan tradisi Megibung atau buka puasa bersama yang diadakan di dalam Masjid Al-Muhajirin di Kampung Islam Kepaon, Denpasar Selatan, Bali, Rabu (15/5).

Megibung merupakan kosa kata Bahasa Bali. Artinya, makan bersama-sama dalam satu wadah. Dalam melaksanakan tradisi megibung ini terlebih dahulu warga membatalkan puasanya. Usai itu, mereka melakukan salat Magrib berjemaah barulah tradisi megibungan dimulai.

"Tradisi ini, ada semenjak nenek moyang Kampung Islam Kepaon ada di sini dan tradisi Megibung ini sudah ada," kata Padani selaku tokoh masyarakat Kampung Islam Kepaon.

Saat melakukan megibung, para jemaah berada dalam satu kelompok terdiri dari lima hingga tujuh orang. Dalam kelompok juga terbagi antara orangtua, remaja dan anak-anak.

Sementara, untuk persiapan makanan sudah dilakukan oleh para ibu-ibu di dapur mereka sendiri. Kemudian, setelah sajian makanan telah selesai giliran para bapak-bapak dengan wadah menggunakan talam dibawa ke dalam masjid sebelum buka puasa untuk menggelar tradisi megibung.

"Untuk sajiannya apa saja. Boleh apa saja ada sapi, ada ayam, ikan laut, telor dan lain sebagainya. Tapi yang harus ada (Sayur) urap ini. Karena itu ciri khasnya Kepaon," imbuh Padani.

Padani juga menjelaskan, untuk tradisi megibung dilakukan saat bulan Ramadhan dan tepat di 10 hari puasa.

"Kita melakukan 10 hari pertama puasa, 10 hari ke dua dan 10 hari ke-tiga puasa.
Megibung adalah suatu kebersamaan dan itu adalah budaya Bali. Kami di Kepaon adalah orang-orang Bali yang muslim. Jadi banyak budaya-budaya Bali yang teradopsi di sini dan salah satunya adalah megibung ini," jelas Padani.

Padani juga menjelaskan, untuk warga kampung Islam Kepaon ada sekitar 856 KK dan setiap bulan Ramadhan tradisi megibung selalu dilaksanakan.

"Maknanya, adalah kebersamaan. Jadi identitas warga Kepaon ada di megibung ini. Harapannya, terus langgeng dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Sehingga, ciri khas Bali kita yang ada di muslim Kepaon terus terbina dengan baik," ujar Padani. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini